JAKARTAHYPE.COM - Fenomena scrolling tanpa henti pada video pendek kini menjadi perhatian serius bagi raksasa teknologi dunia. YouTube akhirnya mengambil langkah progresif dengan mengizinkan pengguna untuk menghilangkan fitur Shorts dari beranda aplikasi seluler mereka secara mandiri.
Melalui pembaruan terbaru, platform video ini memberikan opsi untuk menyetel batas waktu menonton Feed Shorts hingga nol menit. Hal ini merupakan peningkatan signifikan dari kebijakan sebelumnya yang hanya mengizinkan batasan minimal selama 15 menit bagi para pengguna.
Dengan pengaturan ini, pengguna dapat lebih fokus menikmati konten berdurasi panjang tanpa terdistraksi oleh video singkat yang terus bermunculan. Shorts secara otomatis tidak akan menampilkan konten apa pun setelah pengguna mencapai batas waktu yang telah ditentukan dalam sistem.
"Fitur pembatasan durasi ini sedang dalam proses peluncuran secara bertahap kepada seluruh pengguna di berbagai wilayah," kata Makenzie Spiller selaku juru bicara YouTube dilansir dari The Verge.
Tahap awal peluncuran fitur ini diprioritaskan untuk akun yang berada di bawah kontrol orang tua melalui sistem keluarga. Setelah itu, barulah akun dewasa reguler akan mendapatkan akses serupa untuk menyembunyikan tayangan video pendek tersebut dari aplikasi mereka.
"Langkah strategis ini diambil bertepatan dengan meningkatnya diskursus internasional mengenai perlindungan dan keamanan anak di ruang digital," tulis catatan dari NDTV.
Sebenarnya, Google telah memulai inisiatif perubahan pada sistem kontrol orang tua sejak Januari lalu untuk memperkuat ekosistem digital. Kebijakan tersebut mencakup pengaturan durasi tontonan yang jauh lebih ketat bagi anak-anak dan remaja saat mengakses platform Shorts.
Kini, orang tua memiliki wewenang penuh untuk memblokir akun tertentu agar tidak bisa mengakses tayangan video pendek sama sekali. Pemblokiran ini bersifat fleksibel karena dapat diterapkan untuk jangka waktu sementara maupun selamanya sesuai kebutuhan pengawasan.
Sejak dirilis pada tahun 2020, Shorts telah tumbuh menjadi raksasa dengan rata-rata penayangan harian mencapai angka fantastis yakni 200 miliar kali. Namun, popularitas tersebut juga membawa kekhawatiran besar akan dampak psikologis dari konsumsi konten cepat secara berlebihan.