JAKARTAHYPE.COM - Di tengah geliat kuliner Jepang yang mendunia, olahan nasi memegang peranan penting sebagai salah satu elemen fundamental. Dua sajian nasi yang paling kerap menghiasi meja makan dan perbincangan adalah nigiri dan onigiri.

Keberadaan keduanya yang sering kali disamakan karena kesamaan nama dan tampilan visualnya, menimbulkan pertanyaan di benak banyak penikmat kuliner: apakah nigiri dan onigiri sejatinya adalah hidangan yang serupa?

Secara umum, baik nigiri maupun onigiri bermula dari nasi putih yang dibentuk dan dipadatkan. Keduanya kemudian diperkaya dengan berbagai pilihan protein, mulai dari hidangan laut segar, olahan ayam, daging, hingga telur.

Namun, di balik kesamaan dasar tersebut, terdapat perbedaan mendasar yang membedakan keduanya. Perbedaan ini mencakup cara pembentukan, bahan pelengkap utama, serta cara penyajiannya yang khas.

Nigiri, misalnya, memiliki ciri khas utama berupa nasi yang dibentuk menjadi gumpalan lonjong, lalu di atasnya diletakkan irisan ikan segar atau seafood lainnya. Sentuhan wasabi seringkali diselipkan di antara nasi dan topping untuk menambah cita rasa.

Sementara itu, onigiri lebih dikenal dengan bentuknya yang beragam, seperti segitiga, bulat, atau lonjong, yang dibungkus dengan lembaran rumput laut (nori). Isian di dalamnya pun jauh lebih bervariasi, tidak terbatas pada seafood saja.

Keunikan nigiri terletak pada kesederhanaannya yang menonjolkan kualitas bahan utama, terutama kesegaran ikan. Cara menikmatinya pun sering kali dengan dicelupkan sedikit ke dalam kecap asin.

"Di Jepang, nasi menjadi salah satu komponen utama dalam beberapa masakan," demikian pernyataan yang menggarisbawahi pentingnya nasi dalam kuliner Jepang.

"Bahan utama ini bisa ditemukan dalam berbagai varietas dan cara pengolahan," lanjutnya, menegaskan fleksibilitas nasi sebagai bahan dasar kuliner.