JAKARTAHYPE.COM - Sebuah temuan menarik mengenai pola makan generasi muda diungkap oleh survei terbaru. Generasi Z (Gen Z) kini menunjukkan preferensi yang signifikan terhadap konsumsi camilan dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Studi yang melibatkan 2.000 responden ini menemukan bahwa Gen Z mengonsumsi camilan hampir dua kali lebih banyak dibandingkan generasi baby boomer. Hal ini membuka wawasan baru mengenai kebiasaan kuliner yang digemari oleh kalangan muda saat ini.
Temuan ini berasal dari survei yang dilakukan oleh European Mushrooms dan dipublikasikan melalui SWNS. Hasilnya menunjukkan perbedaan mencolok dalam frekuensi ngemil antara dua kelompok usia yang berbeda.
Rata-rata responden dari kalangan Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2002, tercatat mengonsumsi camilan sebanyak 81 kali dalam sebulan. Angka ini jauh melampaui konsumsi generasi baby boomer (lahir antara 1946 hingga 1964).
Sementara itu, generasi baby boomer dalam survei yang sama hanya mengonsumsi camilan sekitar 45 kali dalam sebulan. Perbedaan ini mengindikasikan adanya pergeseran pola makan yang cukup drastis.
"Rata-rata responden dari Gen Z mengonsumsi 81 camilan setiap bulan, sedangkan baby boomer hanya sekitar 45 camilan," demikian temuan yang disampaikan dalam survei tersebut.
Hasil survei ini secara jelas menunjukkan perubahan pola makan yang terjadi, terutama di kalangan anak muda. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kepraktisan menjadi faktor dominan dalam pilihan kuliner mereka.
Generasi Z cenderung lebih mengutamakan kemudahan dan fleksibilitas dalam asupan makanan mereka. Hal ini membuat jadwal makan utama seperti sarapan, makan siang, dan makan malam terkadang terabaikan atau digantikan oleh camilan.
Dikutip dari SWNS, survei ini memberikan gambaran tentang bagaimana gaya hidup modern memengaruhi kebiasaan makan generasi penerus bangsa.