JAKARTAHYPE.COM - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kunjungan ini memiliki agenda khusus yang sarat makna budaya dan sejarah.

Dalam rangkaian kunjungannya, Sri Sultan HB X menyempatkan diri untuk mendatangi sejumlah situs bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Keraton Kasultanan Yogyakarta. Lokasi-lokasi yang dipilih merupakan bagian dari penelusuran jejak leluhur.

Beberapa situs bersejarah yang mendapat perhatian khusus dari Sri Sultan HB X antara lain adalah Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, serta Pesanggrahan Ponopatan yang berlokasi di Katelan. Kunjungan ini mencerminkan upaya pelestarian sejarah.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Sri Sultan HB X melakukan ritual mencuci muka di Sendang Sumberan Japoh. Aktivitas ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan spiritual dalam kunjungannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Sragen, Hargiyanto, menjelaskan bahwa kunjungan Sri Sultan HB X ini merupakan bagian dari agenda 'Muhibah Budaya'. Agenda tersebut memang dirancang untuk mengunjungi berbagai situs petilasan leluhur.

"Kunjungan Sri Sultan HB X ini merupakan rangkaian 'Muhibah Budaya' ke sejumlah situs petilasan leluhurnya," ujar Hargiyanto. Pernyataan ini menegaskan tujuan utama dari lawatan orang nomor satu di Yogyakarta tersebut ke Sragen.

Keberadaan situs-situs seperti Goa Mangkubumi dan Pesanggrahan Ponopatan di Katelan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang kini ditelusuri kembali oleh Sri Sultan HB X. Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki nilai historis yang penting.

Ritual mencuci muka di Sendang Sumberan Japoh yang dilakukan Sri Sultan HB X tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga mengandung makna simbolis dalam rangkaian napak tilas yang dilakukannya. Hal ini menunjukkan kedalaman penghormatan terhadap leluhur.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sejarah dan budaya antara Yogyakarta dan Sragen, serta memberikan apresiasi lebih lanjut terhadap situs-situs bersejarah yang ada. Hal ini menjadi penting untuk menjaga warisan budaya bangsa.