JAKARTAHYPE.COM - Bob Marley, nama yang tak asing lagi di kancah musik Reggae internasional, dikenal sebagai penulis lagu dan penyanyi asal Jamaika yang paling berpengaruh. Kehidupannya yang penuh warna tidak hanya diwarnai oleh melodi yang menginspirasi, tetapi juga oleh sisi lain yang jarang terungkap.

Ia adalah sosok di balik band legendaris The Wailers, yang didirikan pada tahun 1964 bersama Peter Tosh dan Bunny Livingstone. Bersama mereka, Marley melahirkan karya-karya abadi seperti "Catch a Fire", "Natty Dread", "Exodus", dan "Uprising".

Di balik gemerlap panggung dan popularitas globalnya, Bob Marley ternyata menyimpan sebuah keinginan mendalam. Ia bercita-cita untuk dapat menyalurkan kecintaannya pada musik ke bidang lain yang tak kalah penting, yaitu pertanian.

Keinginan Bob Marley ini akhirnya menemukan jalannya untuk terwujud melalui sang putra, Rohan Marley. Rohan melanjutkan jejak ayahnya dengan mengembangkan sebuah usaha yang mewujudkan hasrat mendiang.

"Melalui putranya, Rohan Marley, keinginan itu akhirnya terwujud, bertani kopi Jamaica Blue Mountain," demikian kutipan yang menjelaskan bagaimana mimpi Bob Marley menjadi kenyataan.

Kecintaan Bob Marley pada kopi, khususnya jenis Blue Mountain dari tanah kelahirannya, Jamaika, menjadi fondasi penting bagi proyek pertanian ini. Ia melihat potensi besar dalam hasil bumi negaranya.

Secara spesifik, Bob Marley diketahui memiliki apresiasi yang tinggi terhadap kualitas kopi Jamaika Blue Mountain. Cita rasa unik dan aroma khasnya menjadi daya tarik tersendiri baginya.

Hal ini menunjukkan bahwa Bob Marley bukan hanya seorang seniman musik yang handal, tetapi juga memiliki ketertarikan pada sektor agrikultur. Ia memiliki visi yang luas melampaui dunia hiburan semata.

Kisah ini menjadi bukti bahwa inspirasi Bob Marley tidak terbatas pada karya musiknya, tetapi juga merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk warisan budaya dan ekonomi Jamaika melalui kopi Blue Mountain.