JAKARTAHYPE.COM - Fenomena seseorang yang berutang justru menunjukkan sikap galak ketika ditagih kerap dijumpai. Perilaku ini seringkali dianggap sebagai bentuk ketidakbertanggungjawaban belaka oleh sebagian orang.

Namun, dari kacamata psikologi, respons defensif tersebut tidak selalu dimotivasi oleh niat buruk atau watak seseorang. Stres akibat tekanan finansial dapat memicu reaksi emosional yang memengaruhi cara otak dalam memproses perasaan.

Saat individu merasa terdesak, malu, atau harga dirinya terancam akibat penagihan utang, luapan kemarahan bisa menjadi respons yang muncul. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai akar penyebabnya.

Penagihan utang dapat memicu kecemasan finansial yang berkepanjangan. Stres kronis akibat masalah keuangan ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup seseorang, sebagaimana diungkapkan oleh Healthline.

Sebuah survei pada tahun 2021 oleh Student Loan Planner menunjukkan tren kesehatan mental yang mengkhawatirkan pada ribuan peminjam pinjaman mahasiswa dengan beban utang tinggi. Sebagian responden bahkan mengaku pernah mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya.

Menurut dr. Riati Sri Hartini, Sp.KJ., M.Sc., seorang psikiater dari Fakultas Kedokteran dan Gizi Universitas IPB, respons galak saat ditagih utang memang erat kaitannya dengan stres finansial serta ancaman terhadap harga diri. "Dari sisi psikologis dan neurosains, penagihan utang dapat memicu tekanan berat yang mengikis kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Stres finansial dan rasa terancam pada harga diri membuat kemampuan koping dan kontrol emosi menurun," ungkapnya.

Secara biologis, tekanan yang dialami mengaktifkan amigdala, bagian otak yang berfungsi sebagai pusat deteksi ancaman. Bersamaan dengan itu, fungsi prefrontal cortex, yang berperan dalam penilaian rasional dan regulasi emosi, mengalami pelemahan.

"Kondisi ini membuat otak masuk ke mode fight or flight, sehingga respons yang muncul cenderung defensif dan agresif, bukan reflektif," jelas dr. Riati, mengutip dari laman IPB.

Oleh karena itu, perilaku galak saat ditagih utang bukanlah semata-mata persoalan sikap, melainkan manifestasi psikologis dan biologis dari stres, rasa malu, dan ancaman terhadap identitas diri akibat tekanan finansial.