JAKARTAHYPE.COM - Kemarahan publik meledak di kawasan Fayetteville, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, menyusul keluhan masif dari penduduk mengenai ketersediaan air bersih yang sangat minim. Sumber utama kemarahan ini adalah fasilitas data center mewah yang beroperasi di dekat kompleks perumahan Annelise Park.
Masalah ini berpusat pada dugaan penyedotan air dalam jumlah sangat besar oleh fasilitas teknologi tersebut tanpa membayar biaya yang semestinya. Aktivitas operasional infrastruktur yang dikenal haus akan energi dan air ini menyebabkan tekanan air di rumah-rumah warga sekitar menurun drastis.
Permasalahan ini mulai terungkap setelah penghuni Annelise Park melaporkan penurunan tekanan air yang signifikan di kediaman mereka. Kebingungan warga mendorong pihak utilitas setempat untuk melakukan investigasi mendalam guna mencari akar penyebab krisis air tersebut.
Penyelidikan tersebut akhirnya mengungkap adanya dua saluran pipa berskala industri yang terhubung langsung menyuplai air ke kampus data center tersebut. Kampus data center ini berjarak sekitar 32 kilometer dari lokasi perumahan yang terdampak kekeringan.
Menariknya, salah satu sambungan pipa ditemukan terpasang tanpa sepengetahuan resmi dari pengelola utilitas air bersih setempat. Sementara itu, sambungan lainnya terdaftar atas nama perusahaan data center, namun anomali terjadi karena tidak tercatat dalam catatan penagihan resmi.
Perusahaan yang bertanggung jawab atas operasional fasilitas tersebut, Quality Technology Services (QTS), diketahui memiliki tunggakan penggunaan air yang mencapai sekitar 109 juta liter. Jumlah ini diperkirakan setara dengan kerugian finansial sebesar US$ 150 ribu atau sekitar Rp 2,6 miliar.
Jumlah air yang digunakan tersebut jauh melampaui batas penggunaan yang telah disepakati sebelumnya dengan otoritas setempat. Sebagai gambaran, 109 juta liter air tersebut setara dengan volume air dalam 44 kolam renang standar Olimpiade.
Insiden ini baru tersebar luas ke publik setelah salah satu warga berhasil mendapatkan dokumen terkait melalui mekanisme keterbukaan informasi publik dan mengunggahnya di platform media sosial Facebook. Unggahan tersebut memicu gelombang protes dari warga yang geram atas konsumsi air data center yang dinilai sangat boros.
Kampus data center yang berlokasi di Fayetteville ini merupakan salah satu proyek infrastruktur digital terbesar di Amerika Serikat, menempati area seluas 2,5 juta meter persegi. Meskipun pejabat daerah memproyeksikan pendapatan pajak properti jutaan dolar dari fasilitas tersebut, isu konsumsi sumber daya membuat warga mulai menolak keberadaannya.