JAKARTAHYPE.COM - Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat mulai memicu diskusi hangat di luar lapangan hijau, khususnya mengenai isu harga tiket masuk pertandingan. Sorotan utama datang dari salah satu tokoh politik Amerika Serikat yang menyuarakan keberatannya terhadap biaya yang harus dikeluarkan penonton.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan keengganannya untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi menyaksikan langsung laga-laga Piala Dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat. Ia secara spesifik menyebutkan penolakan membayar tiket yang harganya melebihi ambang batas US$ 1.000.

Isu mengenai harga tiket untuk turnamen akbar sepak bola empat tahunan ini memang telah menuai gelombang kritik yang cukup tajam dari kalangan penggemar sepak bola. Para pendukung yang berencana hadir dan menyaksikan secara langsung merasa terkejut dengan lonjakan harga yang signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.

Kenaikan harga tiket ini dilaporkan telah mencapai tingkat yang dianggap tidak wajar oleh sebagian besar calon penonton yang telah lama menantikan kesempatan menonton Piala Dunia di wilayah Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan perdebatan publik mengenai aksesibilitas acara olahraga berskala internasional tersebut.

Menanggapi isu sensitif mengenai biaya tiket yang menjadi perbincangan publik, Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan respons resmi mengenai situasi permintaan tiket saat ini. Ia mengakui bahwa animo masyarakat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026 sangatlah besar.

Infantino menekankan bahwa meskipun permintaan melonjak tinggi, pihak FIFA tetap berupaya menyediakan opsi tiket yang masih terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat. Pengakuan ini disampaikan sebagai bentuk transparansi terhadap tingginya minat penggemar.

Namun, meskipun Presiden FIFA mengakui adanya tiket yang terjangkau, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kategori atau golongan tiket mana yang dimaksudkan dalam pernyataannya tersebut. Hal ini menyisakan ruang bagi publik untuk bertanya lebih lanjut mengenai skema harga yang ditawarkan.

Dilansir dari berbagai sumber, pernyataan Donald Trump mengenai keengganannya membayar tiket lebih dari US$ 1.000 menjadi penanda bahwa isu kenaikan harga tiket ini telah menarik perhatian hingga ke tingkat kepemimpinan politik negara tuan rumah.

Dikutip dari sumber berita yang memberitakan isu ini, pernyataan Trump tersebut secara eksplisit berbunyi bahwa dirinya "ogah membayar tiket lebih dari US$ 1.000 untuk menonton pertandingan di AS."