JAKARTAHYPE.COM - Sebuah peristiwa kurang menyenangkan baru-baru ini menjadi sorotan publik, melibatkan seorang konsumen dan pedagang makanan siap saji di kawasan Rawamangun. Insiden ini bermula dari kesalahpahaman saat proses pembayaran non-tunai menggunakan kode QR.
Peristiwa yang menjadi fokus perhatian adalah ketika seorang pembeli mencoba menunjukkan bukti pembayaran melalui QRIS kepada penjual ayam gunting. Bukannya transaksi berjalan lancar, konsumen tersebut justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pedagang.
Secara spesifik, pembeli tersebut dimaki dengan sebutan "tuli" oleh penjual ayam gunting tersebut. Sikap kasar yang diperlihatkan oleh pedagang makanan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari warganet di berbagai platform media sosial.
Reaksi warganet terhadap insiden tersebut umumnya mengecam tindakan pedagang yang dinilai tidak profesional dan tidak pantas dalam melayani pembeli. Kejadian ini menyoroti pentingnya etika pelayanan publik, bahkan dalam transaksi sederhana.
Selain sorotan mengenai etika pelayanan, terdapat pula berita lain yang menarik perhatian publik mengenai kuliner populer. Salah satu sorotan datang dari pemeringkatan makanan instan dunia.
Peringkat tersebut, yang disusun oleh Smarter Ranking, merilis daftar tujuh pilihan mie instan terbaik di dunia. Daftar ini mencakup berbagai merek mie instan ternama dari berbagai negara.
Kabar baik bagi penggemar produk lokal adalah masuknya salah satu merek mie instan Indonesia dalam jajaran terbaik tersebut. Indomie berhasil menempatkan diri di antara tujuh pilihan mie instan terbaik versi pemeringkatan tersebut.
Di samping isu tersebut, kawasan Rawamangun juga dikenal sebagai pusat berbagai destinasi kuliner legendaris yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Keberagaman rasa menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Beberapa contoh kuliner legendaris di Rawamangun yang patut dicicipi antara lain Bakmi Tasik dan Soto Bening Klaten Bu Poniyem. Kedua tempat makan ini menawarkan cita rasa khas yang membuat pelanggan ingin kembali lagi.