JAKARTAHYPE.COM - Wabah serius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Stanley kini tengah menjadi sorotan kesehatan publik di kawasan Eropa dan Inggris Raya. Jumlah total kasus infeksi yang terkonfirmasi telah melampaui angka 100 orang sejak periode pemantauan dimulai.
Peristiwa ini mulai terdeteksi secara signifikan antara bulan November 2025 hingga Juni 2026. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 106 kasus infeksi Salmonella Stanley yang berhasil dikonfirmasi di berbagai wilayah.
Infeksi ini dilaporkan menyebar di 13 negara berbeda di benua Eropa, termasuk Inggris Raya, yang menunjukkan tingkat penularan yang luas. Penyebaran yang cepat ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan otoritas kesehatan.
Kelompok yang paling rentan terhadap infeksi ini adalah anak-anak dan juga kelompok dewasa muda. Data menunjukkan bahwa hampir setengah dari total pasien membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.
Secara spesifik, dari total kasus yang tercatat, sebanyak 49 orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif atau rawat inap akibat keparahan gejala yang ditimbulkan. Hal ini menggarisbawahi dampak signifikan wabah tersebut terhadap kelompok usia tersebut.
Distribusi kasus menunjukkan bahwa Inggris Raya mencatat jumlah pasien tertinggi dalam wabah ini. Negara tersebut melaporkan adanya 29 kasus terkonfirmasi yang tercatat di wilayahnya.
Mengikuti Inggris Raya, Lithuania menjadi negara dengan kasus terbanyak kedua dengan total 23 kasus yang teridentifikasi. Sementara itu, Jerman dan Denmark juga melaporkan adanya lonjakan signifikan masing-masing dengan 14 dan 10 kasus terkonfirmasi.
Dikutip dari sumber berita, tren konsumsi mi instan yang dimakan secara mentah belakangan ini disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang memicu peningkatan kasus ini.
Perhatian khusus tertuju pada kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar, seperti mi instan mentah, yang berpotensi menjadi vektor penyebaran bakteri berbahaya.