Jakarta, JakartaHype.com - Penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi berakhir pada Minggu (05/07/2026) di Istora Senayan. Selama dua hari pelaksanaannya, festival ini berhasil mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku UMKM, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 15 ribu orang. Sebanyak 377 tenant ikut meramaikan festival, terdiri atas 290 pelaku UMKM dan 87 tenant dari sektor layanan, edukasi, serta komunitas yang bekerja sama dengan 67 lembaga dan instansi.
Beragam kegiatan diselenggarakan selama festival berlangsung. Pengunjung dapat menikmati pameran produk UMKM, mengikuti sesi edukasi, memanfaatkan layanan publik, menghadiri festival ekonomi kreatif, hingga menyaksikan kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra.
Tak hanya itu, sejumlah kompetisi juga menjadi daya tarik tersendiri. Total 1.940 peserta ambil bagian dalam berbagai perlombaan, seperti Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, dan Festival Urban Farming.
Dari sisi bisnis, JKF 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp55 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi, termasuk business matching pembiayaan dan ekspor produk UMKM. Sementara melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), tercapai komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi dengan nilai mencapai Rp575 miliar.
Festival ini juga membuka peluang kerja sama baru antara industri perbankan dan para sineas muda yang mengikuti Jakarta Youth Film Festival. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan industri film dan musik sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar bagi Jakarta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan berakhirnya JKF 2026 bukan menjadi penutup dari upaya membangun ekonomi kreatif. Menurutnya, festival ini justru menjadi langkah awal untuk terus memperluas kolaborasi dalam pengembangan UMKM, percepatan digitalisasi, dan penguatan ekonomi kreatif di ibu kota.
Ia menilai semangat yang lahir dari JKF perlu terus dijaga sebagai bekal menghadapi Jakarta 5 Abad sekaligus mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyebut kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, semangat "Jaga Jakarta" menunjukkan bahwa pembangunan kota hanya dapat terwujud melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Uus menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi prioritas dalam meningkatkan daya saing Jakarta. Ia berharap Jakarta Kreatif Festival dapat terus hadir sebagai wadah yang memperluas akses pembiayaan, membuka peluang pasar, mendorong inovasi, serta melahirkan lebih banyak wirausaha baru.
Dengan hasil yang diraih tahun ini, JKF diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang memiliki ekonomi inklusif, tangguh, dan berdaya saing melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
JKF 2026 Rampung Digelar, Raih Transaksi Rp55 Miliar dan Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta
Alan Wijaya
06-07-2026 • 17 : 09 WIB
•
11440 Views
JKF 2026 Rampung Digelar, Raih Transaksi Rp55 Miliar dan Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta (Foto: Jakarta Kreatif Festival 2026/Berita Jakarta)
×