JAKARTAHYPE.COM - Seorang petugas kepolisian wanita di Taipei, Taiwan, yang dikenal karena parasnya yang menawan, kini menghadapi penyelidikan serius terkait kontroversi penerimaan penghargaan dalam jumlah fantastis. Kecantikan Petugas Ding bahkan sempat disandingkan dengan aktris terkenal asal China, Fan Bingbing.
Petugas Ding bertugas di Kantor Polisi Xinyi, bagian dari Departemen Kepolisian Kota Taipei. Berkat popularitasnya, ia kerap didapuk menjadi wajah dalam kampanye publisitas kepolisian, tampil di kalender resmi, dan aktif di media sosial sehingga memiliki banyak pengikut.
Meskipun memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng—lulusan Departemen Bahasa Prancis Universitas Tamkang—tugas utama Ding dilaporkan lebih banyak berkutat pada pekerjaan administratif di kantor. Namun, jumlah pujian yang diterimanya dalam satu tahun terakhir menjadi titik awal kontroversi ini.
Dilansir 7days, Ding dilaporkan telah menerima lebih dari 500 pujian resmi hanya dalam kurun waktu satu tahun. Prestasi ini dinilai luar biasa, bahkan catatan kinerjanya dianggap melampaui petugas penyelidik kriminal yang bekerja langsung di lapangan.
Menurut praktik standar kepolisian, penghargaan untuk kasus kriminal biasanya hanya diberikan kepada petugas yang benar-benar terlibat dalam proses penyelidikan. Pengecualian yang dialami oleh Ding ini menimbulkan keluhan serius dari sejumlah kolega kerjanya.
Kecurigaan semakin menguat karena Ding diduga kerap mendapatkan perlakuan istimewa dari rekan kerjanya. Sumber internal menyebutkan bahwa petugas pria di Divisi Investigasi Kriminal Kantor Polisi Xinyi secara rutin membelikannya makanan dan berbagi biaya kebutuhan lainnya.
Puncak kontroversi adalah adanya dugaan bahwa beberapa detektif sengaja memberikan penghargaan atas kasus kriminal yang mereka selesaikan dengan susah payah, diduga kuat demi memberikan poin tambahan kepada Ding.
Setelah isu ini menyebar luas, Kantor Polisi Xinyi segera memberikan tanggapan resmi mengenai adanya ketidakberesan prosedural. Pihak kepolisian menyatakan bahwa "ada kesalahan prosedural dalam proses pengajuan penghargaan kasus kriminal, dan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Ding akan dicabut setelah investigasi selesai," ujar perwakilan kepolisian.
Saat ini, otoritas sedang menyelidiki keabsahan penghargaan yang diterima Ding dan mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam proses pemberian poin tersebut. Kasus ini bahkan telah diteruskan ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk mengusut kemungkinan adanya pelanggaran pemalsuan dokumen.