JAKARTAHYPE.COM - Choi Siwon, anggota grup idola terkenal Super Junior, kini menjadi sorotan publik menyusul kontroversi yang dipicu oleh unggahan terkait pandangan politiknya di media sosial. Kontroversi ini telah menarik perhatian luas dari penggemar dan publik Korea Selatan.

Perhatian publik terhadap pandangan politik Siwon pertama kali muncul tahun lalu ketika ia membagikan unggahan belasungkawa untuk Charlie Kirk, seorang influencer yang dikenal sebagai pendukung Donald Trump. Kejadian ini menjadi penanda awal ketidaknyamanan publik terhadap ekspresi politik sang idola.

Yang terbaru, Siwon diduga kembali menunjukkan dukungan politiknya kepada mantan presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang dikabarkan menghadapi hukuman penjara seumur hidup terkait insiden darurat militer. Dukungan tersirat ini memicu reaksi keras dari sebagian besar warganet.

Pada Kamis (19/2/2026), Siwon mengunggah foto berisi peribahasa Tiongkok yang memiliki makna mendalam tentang keadilan dan keruntuhan sistem akibat ketidakadilan. Unggahan ini dibagikan tak lama setelah vonis penjara untuk mantan presiden Yoon Suk Yeol diumumkan secara resmi.

Peribahasa yang dibagikan Siwon diartikan sebagai peringatan bahwa tindakan korupsi dan ketidakadilan pada akhirnya akan menyebabkan kehancuran suatu sistem. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Siwon memiliki afiliasi politik tertentu.

Dikutip dari Sisa Journal pada Jumat (3/7/2026) kemarin, Siwon telah mengambil tindakan hukum terhadap sepuluh pengguna platform X dan YouTube yang melontarkan kritik terhadap pandangannya. Langkah hukum ini dilakukan untuk menghadapi komentar-komentar yang dianggapnya melanggar batas.

Siwon mengajukan petisi melalui Pengadilan Distrik AS untuk Distrik California Utara dengan tujuan mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi individu yang mengkritik pandangan politiknya. Pengabulan pengumpulan bukti dari pengadilan AS ini akan memfasilitasi gugatan lebih lanjut di Korea Selatan.

Langkah hukum ini bukan kali pertama Siwon dikaitkan dengan dukungan politik, di mana ia sebelumnya juga pernah membuat unggahan terkait kemenangan pemilu mantan presiden tersebut. Hal ini membuat beberapa pihak menuduhnya sebagai pendukung partai ultra nasionalis sayap kanan.

Sementara itu, anggota Super Junior lainnya disebut sangat berhati-hati dan memilih untuk tidak pernah membahas isu politik di platform Instagram mereka. Sikap kontras ini semakin menyoroti posisi Siwon di tengah grup.