JAKARTA, JakartaHype.com – Berawal dari ikhtiar menafkahi keluarga sebagai mitra pengemudi Grab, Nuryadi kini berhasil bertransformasi menjadi pelaku usaha kuliner yang sukses. Pria yang akrab disapa Mas Nur ini mengelola bisnis Baso Aci Mastyo dari rumah sederhananya di sebuah gang sempit di Jakarta, membuktikan bahwa keterbatasan fisik lokasi bukan penghalang untuk berkembang di era digital.

Perjalanan Mas Nur menuju kemandirian ekonomi dimulai pada tahun 2019 saat ia bergabung sebagai mitra pengemudi. Selama mengantarkan pesanan pelanggan, ia mengamati besarnya potensi pasar kuliner berbasis daring. Pengalaman di lapangan tersebut perlahan mengubah pola pikirnya dari seorang pengantar pesanan menjadi penyedia jasa boga.

"Dulu saat menjadi driver, saya terbiasa menunggu orderan masuk. Namun, ketika mulai punya usaha sendiri, saya harus berpikir strategis setiap hari agar usaha tetap berjalan dan berkembang," ungkap Mas Nur sebagaimana rilis yang diterima pada Selasa (7/4/2026).

Langkah awalnya di dunia bisnis dimulai dengan menjual salad buah. Namun, seiring perubahan tren pasar saat pandemi COVID-19, ia melakukan pivot bisnis ke menu yang lebih diminati, yakni seblak dan baso aci. Pada tahun 2020, ia resmi merintis Baso Aci Mastyo, sebuah nama yang diambil dari putra pertamanya sebagai simbol harapan masa depan keluarga.

Keterbatasan lokasi usaha yang berada di gang sempit membuat Mas Nur sepenuhnya mengandalkan digitalisasi. Ia menyadari bahwa tanpa platform digital, jangkauan pasarnya akan sangat terbatas. Sejak bergabung sebagai mitra merchant, ia aktif memanfaatkan fitur GrabAds dan berbagai inisiatif promosi untuk meningkatkan visibilitas usahanya.

Strategi pemasaran yang diterapkan Mas Nur cukup cerdik. Ia mengombinasikan fitur promosi platform dengan subsidi ongkos kirim mandiri untuk menarik pelanggan dari lokasi yang jauh. "Saya biasanya memberikan promo gratis ongkir Rp15.000 hingga Rp20.000 dengan minimal pembelian tertentu agar pelanggan tetap tertarik memesan meski jaraknya jauh," jelasnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan. Menu andalannya, Baso Aci Tulang Rangu, kini menjadi favorit masyarakat. Saat ini, Baso Aci Mastyo mampu menjual 70 hingga 80 porsi per hari, di mana 90 persen penjualannya berasal dari pesanan daring. Meski sempat memiliki cabang di Gandul dan Pintu Air yang terdampak pandemi, Mas Nur kini fokus mengoptimalkan operasional di outlet utama dengan bantuan keluarga dan karyawan.

Selain dukungan keluarga, Mas Nur menekankan pentingnya peran komunitas merchant Grab sebagai ruang belajar dan berbagi strategi bisnis. Baginya, integritas, kejujuran, dan keberanian untuk memulai adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis online.

"Kalau ingin memulai usaha, mulai saja dulu. Jangan terlalu takut. Bisnis yang tidak pernah berjalan adalah bisnis yang tidak pernah dimulai," pesan Mas Nur menutup pembicaraan.