JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kisah penuh inspirasi mengenai balas budi baru-baru ini menjadi sorotan hangat di dunia maya Malaysia, melibatkan seorang pria yang kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata bagi salah satu penghuni panti yang menunjukkan prestasi akademik luar biasa.

Pelaku utama aksi filantropi ini adalah Sahbani Shapudin, yang bersama rekannya, Nurhani Amirah Adenan, memutuskan untuk memberikan bantuan substansial kepada seorang anak yatim bernama Nik. Hadiah yang diberikan berupa sebuah laptop Apple MacBook dan satu set jas formal, sebagai bekal penting untuk memulai babak baru kehidupan perkuliahan.

Aksi mulia ini berlatar di Rumah Anak Yatim Sungai Pinang Klang, Malaysia, sebuah institusi yang didirikan pada tahun 1948 oleh Hj Siraj dan istrinya. Sahbani sendiri merupakan bagian dari keluarga besar panti tersebut, setelah dibesarkan di sana sejak tahun 2002 hingga 2012, menjadikannya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tempat itu.

Keputusan untuk memberikan hadiah mewah tersebut didasari oleh pencapaian luar biasa Nik, yang berhasil meraih nilai Straight A pada ujian Sijil Pelajaran Malaysia (SPM). Lebih membanggakan lagi, Nik telah diterima dalam Program Asasi Sains di Universiti Malaya, khususnya pada jalur Asasi Sains Hayat untuk persiapan studi Kedokteran Gigi, yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

Sahbani menjelaskan motivasi mendalam di balik kemurahan hatinya dan Hani, didorong oleh kondisi finansial mereka yang kini telah stabil di awal usia 30-an dan status mereka yang belum menikah. "Alasan saya dan Hani melakukan ini adalah karena kami sekarang berada di usia awal 30-an, secara finansial cukup stabil, dan belum menikah," beber Sahbani Shapudin, sebagaimana dikutip dari World of Buzz.

Ia menambahkan bahwa kunjungan rutin ke panti asuhan selalu mereka lakukan untuk sekadar bersosialisasi dan berbagi rezeki dengan anak-anak di sana. "Kami sering mengunjungi Rumah Anak Yatim Sungai Pinang Klang untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak di sana dan berbagi rezeki apa pun yang kami bisa," kutip Sahbani Shapudin.

Ketika Sahbani dan Hani bertemu kembali dengan para penghuni, mereka terkejut melihat potensi besar yang dimiliki oleh anak-anak panti yang tengah mempersiapkan diri untuk ujian penting. Setelah berinteraksi lebih jauh dengan Nik, mereka mengetahui cita-cita remaja tersebut untuk menjadi dokter, didukung oleh prestasi akademis dan jiwa kepemimpinan yang ia miliki.

Tersentuh dengan tekad baja Nik, pasangan ini memutuskan untuk memfasilitasi impian tersebut dengan memberikan MacBook Air untuk menunjang studi digitalnya serta jas lengkap untuk keperluan formal perkuliahan. Sahbani mengungkapkan kekagumannya terhadap peran kepemimpinan yang diemban oleh Nik meskipun menghadapi berbagai tantangan hidup.

"Meski menghadapi banyak tantangan, Adik Nik dipercaya menjadi ketua osis di sekolah dan juga menjadi pemimpin bagi anak-anak yang lebih muda di panti asuhan," jelas Sahbani Shapudin haru. Ia juga menegaskan bahwa hasil SPM Nik adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan menjanjikan masa depan cerah.