JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan perubahan strategis dalam pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Langkah ini diambil setelah dipastikannya pengalihan kembali penerbangan komersial ke Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Kini, Bandara Kertajati diproyeksikan akan bertransformasi menjadi pusat industri dirgantara nasional. Pengembangan ini akan terintegrasi secara menyeluruh dengan kawasan megapolitan Rebana, yang mencakup Cirebon, Patimban, dan Kertajati.
Perubahan arah kebijakan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang penting. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT BIJB telah resmi menjalin kerja sama strategis.
Kerja sama antara PTDI dan PT BIJB ini menjadi tonggak awal dalam upaya membangun ekosistem industri kedirgantaraan yang kuat di Kertajati. Langkah ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan sektor dirgantara Indonesia.
Informasi mengenai sejumlah maskapai dan rute penerbangan yang akan kembali beroperasi di Bandara Husein Sastranegara Bandung juga telah diumumkan secara resmi. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian operasional di kedua bandara tersebut.
"Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal yang krusial dalam membangun ekosistem industri kedirgantaraan di Kertajati," ujar perwakilan PT BIJB.
"Kami optimis bahwa kolaborasi ini akan membuka berbagai peluang pengembangan di sektor kedirgantaraan nasional," kata perwakilan PT DI.
Transformasi Kertajati menjadi pusat industri dirgantara ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa di sektor strategis tersebut. Integrasi dengan Kawasan Rebana diharapkan dapat menciptakan sinergi ekonomi yang lebih luas.
Pengalihan penerbangan komersial ke Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua bandara. Bandara Husein akan kembali fokus pada layanan penerbangan penumpang, sementara Kertajati akan diarahkan pada potensi industri dirgantara.