JAKARTAHYPE.COM - Serangan jantung, sebuah kondisi medis darurat yang mengancam nyawa, dapat menyerang individu tanpa pandang bulu, termasuk mereka yang memiliki penampilan fisik sehat dan bugar. Kejadian ini terjadi akibat terhambatnya aliran darah menuju otot jantung, yang mengakibatkan defisit pasokan oksigen vital bagi organ tersebut.

Apabila tidak segera ditangani, dampak dari serangan jantung bisa berakibat fatal. Penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap risiko ini agar dapat melakukan pencegahan yang tepat.

Dokter bedah kardiovaskular, dr Jeremy London, membagikan pengetahuannya mengenai sejumlah faktor yang secara signifikan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap serangan jantung. Penjelasannya berfokus pada serangan jantung yang disebabkan oleh aterosklerosis.

Aterosklerosis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penyempitan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak kolesterol. Penumpukan ini secara progresif menghambat kelancaran aliran darah.

"Serangan jantung yang saya bahas ini berkaitan dengan penyumbatan akibat kolesterol," jelas dr London dalam sebuah unggahan di kanal YouTube pribadinya.

Penjelasan dr London menggarisbawahi pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu pemicu utama pembentukan plak di dinding pembuluh darah.

Penumpukan plak ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, sehingga memperkecil ruang bagi darah untuk mengalir dengan lancar menuju jantung.

Kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, membuat penderitanya merasa tetap sehat. Namun, penyumbatan yang terus berkembang dapat berujung pada serangan jantung mendadak.

Dikutip dari kanal YouTube dr Jeremy London, ia secara rinci menguraikan tujuh faktor yang seringkali luput dari perhatian, namun memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko serangan jantung, meskipun seseorang terlihat sehat.