JAKARTAHYPE.COM - Air Terjun Sedudo, yang terletak di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, menjadi pusat perhatian pada Minggu (28/6/2026). Lokasi wisata alam ini dipenuhi oleh kerumunan pengunjung dari berbagai latar belakang yang antusias mengikuti perhelatan akbar tahunan.
Perhelatan akbar tersebut merupakan pelaksanaan ritual tahunan yang dikenal sebagai Siraman Sedudo. Tradisi ini memiliki makna mendalam dan telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Pelaksanaan ritual sakral ini selalu bertepatan dengan datangnya Bulan Suro (Muharram) dalam kalender Jawa. Momen ini menjadi penanda penting dalam siklus budaya dan spiritual masyarakat Nganjuk.
Prosesi adat yang menjadi inti dari acara tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintahan daerah setempat.
Di antara para tamu kehormatan yang hadir adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro. Kehadiran mereka menandakan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
Selain kepala daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai pejabat daerah turut menyaksikan rangkaian kegiatan ini. Tak hanya itu, wisatawan dari luar kota juga tampak memadati lokasi.
Turis Wanita Australia Alami Trauma Mendalam Pasca Dugaan Pelecehan Seksual di Pantai Sumba
Rangkaian ritual dimulai secara resmi dengan prosesi adat yang khidmat. Prosesi ini dipimpin langsung oleh sesepuh adat yang dihormati oleh masyarakat setempat.
Nuansa magis dan sakral semakin terasa karena seluruh rangkaian acara diiringi dengan alunan musik tradisional Jawa. Gamelan menjadi instrumen utama yang mengiringi setiap tahapan prosesi tersebut.
"Mereka mengikuti ritual Siraman Sedudo," menggarisbawahi tujuan utama kerumunan yang memadati kawasan air terjun tersebut, sebagaimana dicatat dalam pemberitaan.