JAKARTAHYPE.COM - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, diwarnai aksi jual masif yang berdampak langsung pada nilai pasar. Dalam kurun waktu satu jam pertama perdagangan, kapitalisasi pasar tercatat mengalami penyusutan drastis.
Kerugian nilai pasar yang diderita mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp501 triliun. Penurunan tajam ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang kuat di kalangan investor pada pembukaan sesi pagi tersebut.
Data pasar menunjukkan bahwa pada pukul 10.00 WIB, kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp9.954 triliun. Angka ini merupakan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang mencapai Rp10.455 triliun.
Penyusutan nilai pasar ini semakin memperlebar jurang dengan rekor kapitalisasi pasar sepanjang masa yang pernah dicapai pada tahun 2025 lalu. Pada masa jayanya, kapitalisasi pasar Bursa Indonesia sempat menembus ambang batas Rp16.000 triliun.
Sejalan dengan ambruknya nilai kapitalisasi pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau bergerak signifikan di zona merah. IHSG tercatat melemah sebesar 4,30% hingga mencapai level 5.683,25 pada sesi pagi.
Tekanan jual yang terjadi terlihat merata di hampir seluruh sektor saham yang terdaftar di bursa. Sebanyak 654 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 48 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan harga.
Meskipun terjadi tekanan jual yang tinggi, aktivitas perdagangan tetap terpantau cukup ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 606,9 ribu kali dengan total volume perdagangan sebanyak 8,77 miliar lembar saham.
Nilai total transaksi pada sesi pagi tersebut mencapai Rp5,27 triliun, menunjukkan tingginya minat jual meski indeks sedang terkoreksi tajam.
Pada awal perdagangan, IHSG sejatinya dibuka melemah tipis di posisi 5.919,57. Namun, tekanan jual yang terus berlanjut membuat indeks terkoreksi lebih dalam ke level 5.874,70 atau setara dengan koreksi 66,37 poin atau 1,12%.