JAKARTAHYPE.COM - Hubungan budaya antara Meksiko dan Indonesia, khususnya Bali, ternyata memiliki akar sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk ditelusuri. Kedekatan kedua wilayah ini bahkan sudah terjalin jauh sebelum sorotan internasional modern seperti saat ini.

Konteks historis ini menjadi relevan mengingat Meksiko saat ini tengah menjadi salah satu tuan rumah bersama dalam perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Keterlibatan Meksiko dalam dunia global kini menyoroti kembali koneksi masa lalu mereka dengan destinasi eksotis di Asia Tenggara.

Secara spesifik, Meksiko telah mengenal Bali sejak era 1930-an melalui peran seorang tokoh seni yang sangat berpengaruh. Hal ini bermula dari kehadiran seorang pelukis ternama asal Meksiko yang memilih menetap sementara di pulau tersebut.

Pelukis yang dimaksud adalah Miguel Covarrubias, seorang seniman Meksiko yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap budaya lokal Bali. Covarrubias tercatat tinggal dan menetap di Bali selama periode waktu tertentu, yaitu dari tahun 1930 hingga 1933.

Kehadiran Covarrubias di Pulau Dewata bukan hanya sekadar kunjungan wisata biasa, melainkan sebuah penjelajahan budaya yang mendalam. Selama di sana, ia mendokumentasikan kekayaan seni dan tradisi Bali melalui berbagai media.

Hasil dari periode tinggalnya tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah karya monumental yang diterbitkan beberapa tahun kemudian. Karya tersebut berjudul "The Island of Bali", yang menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan Bali ke khalayak internasional.

Buku "The Island of Bali" karya Covarrubias ini merupakan kompilasi berharga yang berisi kumpulan lukisan dan foto-foto mengenai kehidupan serta budaya Bali pada masa itu. Karya ini menjadi jendela visual bagi dunia luar.

Melalui publikasi buku tersebut, "melalui buku ini, Bali makin dikenal di dunia," demikian pernyataan yang merefleksikan dampak signifikan karyanya terhadap citra internasional Bali, dikutip dari sumber berita terkait.

Koneksi antara Meksiko dan Bali yang diprakarsai oleh Miguel Covarrubias ini menunjukkan bagaimana pertukaran budaya antarnegara dapat terjadi melalui jalur seni dan literatur. Hal ini menunjukkan warisan abadi dari seorang seniman.