JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap interaksi anak dengan dunia. Gawai, mulai dari ponsel pintar hingga tablet, kini seringkali menjadi teman setia mereka dalam berbagai aktivitas.

Mulai dari mengejar pengetahuan melalui video edukatif, mengikuti perkembangan pembelajaran daring, hingga bersenang-senang dengan permainan digital, layar gawai seolah tak terpisahkan dari keseharian anak-anak modern ini.

Namun, kemudahan akses ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Kebebasan anak dalam menggunakan gawai tanpa batasan diketahui dapat berdampak negatif pada berbagai aspek tumbuh kembang mereka.

Penggunaan gawai yang berlebihan berisiko mengganggu pola tidur yang sehat, memicu ketegangan pada mata, serta mengurangi waktu untuk aktivitas fisik yang krusial bagi perkembangan motorik anak.

Lebih jauh lagi, paparan layar digital yang terlalu lama juga dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak, membatasi interaksi tatap muka dan kemampuan mereka dalam memahami serta mengekspresikan emosi.

Menyadari pentingnya keseimbangan ini, para orang tua dituntut untuk bijak dalam mengelola interaksi anak dengan teknologi. Penerapan aturan yang jelas menjadi kunci utama.

Salah satu contoh penerapannya datang dari Fitri (32), seorang ibu yang sangat memperhatikan perkembangan putrinya, Zoya (2). Dirinya mengambil langkah tegas untuk membatasi akses gawai bagi sang buah hati.

"Di usia si kecil yang masih menginjak dua tahun, dirinya tidak memberi akses gadget, seperti handphone," ungkap Fitri mengenai keputusannya.

Sebagai gantinya, Fitri memilih untuk menyajikan konten edukatif dan hiburan melalui media televisi yang dianggapnya lebih terkontrol dan sesuai dengan usia Zoya.