JAKARTAHYPE.COM - Durasi tidur masyarakat di berbagai negara menunjukkan variasi yang signifikan, mencerminkan perbedaan gaya hidup dan budaya. Ada negara yang warganya terbiasa tidur lebih dari tujuh jam setiap malam, sementara di negara lain, rata-rata tidur hanya berkisar enam jam atau bahkan kurang.

Fenomena ini juga melanda Indonesia, di mana data menunjukkan bahwa rata-rata durasi tidur masyarakatnya tergolong singkat jika dibandingkan dengan standar global. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai implikasinya terhadap kesehatan masyarakat.

Dikutip dari World Population Review, sebuah survei global telah memetakan negara-negara berdasarkan rata-rata durasi tidur penduduknya. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang kebiasaan tidur di seluruh dunia.

Sementara itu, riset yang dilakukan oleh YouGov Surveys pada tahun 2024 memberikan perspektif lain. Survei ini menemukan bahwa lebih dari separuh responden di 17 negara melaporkan tidur selama tujuh jam atau lebih setiap malam.

Berdasarkan data dari World Population Review, Indonesia menduduki peringkat yang cukup rendah dalam hal rata-rata durasi tidur. Jika diurutkan dari negara dengan waktu tidur terlama, Indonesia berada di posisi ke-44, tepat di bawah Qatar.

Sebaliknya, ketika diurutkan dari negara dengan durasi tidur tersingkat, Indonesia menempati peringkat ke-7. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan tidur yang kurang dari ideal.

Menariknya, menurut data YouGov Surveys, Indonesia berada di posisi ke-15 terkait persentase responden yang mengaku tidur kurang dari lima jam setiap malam. Sebanyak 24 persen responden Indonesia melaporkan durasi tidur yang sangat singkat ini.

"Batas minimal waktu tidur setiap hari adalah enam hingga delapan jam," ujar Dr dr Amin Tjubandi, SpBTKV, Subsp.JD(K), spesialis bedah toraks dan kardiovaskular BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo.

"Enam jam merupakan batas minimal, tetapi tidak otomatis cukup untuk semua orang. Ada beberapa orang tidurnya mesti lebih dari itu," jelas dr Anita Suryani, SpKO, praktisi kebugaran EMC Healthcare.