JAKARTAHYPE.COM - Sebuah penemuan arkeologis yang luar biasa telah menggemparkan dunia kajian sejarah pangan di Amerika Selatan baru-baru ini. Para peneliti berhasil mengidentifikasi dua spesimen kentang yang telah melewati waktu hingga setengah milenium.

Penemuan penting ini terjadi di wilayah Peru, negara yang kaya akan warisan peradaban kuno, khususnya Kekaisaran Inca. Temuan ini berupa dua bongkah kentang yang telah mengalami proses pengawetan alami.

Kentang purba yang ditemukan ini dikenal dengan sebutan 'chuño', sebuah produk makanan khas yang dihasilkan melalui metode pengeringan beku tradisional oleh masyarakat Andes. Usia perkiraan dari kedua spesimen ini mencapai sekitar 500 tahun lamanya.

Yang membuat penemuan ini sangat mencengangkan adalah kondisi fisik kentang tersebut. Meskipun telah tersimpan selama berabad-abad sejak masa kejayaan Kekaisaran Inca, kedua kentang itu dinilai masih menunjukkan kondisi yang sangat baik.

Kondisi kentang yang masih utuh ini memberikan petunjuk visual langsung mengenai praktik konservasi pangan kuno yang sangat maju. Hal ini menjadi bukti nyata keahlian masyarakat Inca dalam mengatasi tantangan penyimpanan hasil panen.

Temuan signifikan ini lantas didokumentasikan secara resmi dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional yang bereputasi. Publikasi tersebut dimuat dalam 'Journal of Field Archaeology'.

Publikasi dalam jurnal tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai teknologi pengawetan pangan yang telah diterapkan oleh masyarakat Inca. Teknologi ini telah eksis ratusan tahun sebelum era modern.

"Kondisi kedua kentang tersebut dinilai masih sangat baik," menggarisbawahi betapa efektifnya metode pengawetan chuño yang digunakan oleh peradaban Inca kuno.

Dilansir dari berbagai sumber berita mengenai publikasi ini, temuan ini secara substansial memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi agrikultur dan strategi ketahanan pangan di masa lalu.