JAKARTAHYPE.COM - Naomi Osaka kembali mencuri perhatian publik saat memasuki lapangan pada babak pertama Wimbledon 2026. Petenis bintang ini dikenal sering membuat pernyataan mode yang bermakna melalui setiap busana yang ia kenakan di turnamen besar.

Pada hari Senin, 29 Juni 2026, Osaka tiba di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, dengan penampilan serba putih yang dramatis. Penampilannya tersebut sukses memadukan tradisi Jepang dengan sentuhan modern sesuai dengan regulasi ketat Wimbledon.

Busana yang ia kenakan merupakan hasil kolaborasi antara Nike dan desainer Jepang ternama, Hana Yagi. Penampilan ini sekaligus menandai komitmen Osaka untuk mengangkat isu keberlanjutan melalui pilihan busananya.

Rancangan yang diberi nama ‘Evolving Ceremony’ ini terinspirasi dari junihitoe, pakaian tradisional berlapis yang dikenakan oleh bangsawan wanita pada era Heian Jepang (794-1185). Hana Yagi menciptakan karya ini menggunakan tujuh material berbeda yang didaur ulang dari berbagai sumber.

Material daur ulang tersebut mencakup kimono vintage, busana pengantin tradisional Jepang shiromuku, serta gaun pengantin yang telah didekonstruksi. Hal ini menunjukkan upaya serius dalam menciptakan mode yang berkelanjutan dan memiliki nilai sejarah.

Osaka mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut, menekankan bagaimana busana itu mewakili perpaduan budaya. "Bekerja dengan Hana memungkinkan kami untuk merayakan sejarah dan keterampilan Jepang sembari membuat sesuatu baru yang terasa sangat modern," ujar Naomi, seperti dilansir dari New York Times.

Ia juga menambahkan bahwa busana tersebut memberikan kesan kekuatan sekaligus kehalusan yang ia sukai. "Aku menyukainya karena terasa sangat kuat tapi tetap halus secara bersamaan," tambah pemain yang juga merupakan ibu satu anak ini.

Inspirasi unik lainnya datang dari dunia perfilman, khususnya karakter O-Ren Ishii dalam film Kill Bill. Osaka mengaku ingin meniru tampilan ikonik karakter tersebut saat bertanding.

"Sering aku bilang ke orang, sesekali ingin menjadi karakter video game. Aku tidak mau menjadi diriku saat bermain di lapangan dan aku mencoba menirunya (O-Ren) sedikit," ungkap Naomi saat diwawancarai usai pertandingan melawan petenis Prancis Elsa Jacquemot.