JAKARTAHYPE.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara resmi telah meluncurkan persiapan untuk penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, sebuah langkah strategis untuk memperkuat peran sektor kreatif dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di kancah internasional.
Dalam forum bergengsi ini, Indonesia sedang merumuskan dokumen penting yang dikenal sebagai Jakarta Vision for Creative Economy. Dokumen ini dipersiapkan sebagai landasan utama dalam pembentukan agenda kebijakan ekonomi kreatif pada skala global.
Peluncuran persiapan WCCE 2026 dilaksanakan di Autograph Tower, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting. Delegasi yang hadir meliputi 27 perwakilan kementerian/lembaga, 70 perwakilan asosiasi bisnis, serta 48 perwakilan media.
Selain itu, acara peluncuran ini juga dihadiri oleh organisasi internasional seperti British Council dan US-ASEAN Business Council, serta perwakilan dari negara sahabat seperti Filipina, Malaysia, dan Rusia yang menunjukkan skala perhatian global terhadap konferensi ini.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa WCCE bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan sebuah platform penting untuk merumuskan agenda kebijakan internasional yang terukur. "WCCE sejak awal bukan hanya forum diskusi, tetapi platform untuk menyusun agenda kebijakan internasional. Fokusnya adalah memastikan ekonomi kreatif masuk dalam prioritas global dengan output yang terukur," ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat peluncuran di Autograph Tower, Jakarta.
Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Indonesia menargetkan partisipasi aktif dari sekitar 80 negara dalam forum yang akan mengintegrasikan perumusan kebijakan dengan kerja sama bisnis konkret.
Sejak pertama kali diadakan pada 2018, WCCE telah memberikan dampak signifikan, termasuk kontribusi pada lahirnya dua resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2019 dan 2023. Untuk edisi 2026, target utama Indonesia adalah penyusunan Jakarta Vision yang akan diajukan sebagai resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum PBB.
Menteri Ekraf menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan strategis dokumen tersebut: "Dokumen Jakarta Vision akan dirumuskan bersama negara peserta dan ditujukan untuk menjadi resolusi berikutnya di PBB, sehingga ekonomi kreatif memiliki pijakan kebijakan yang lebih kuat secara global," ujar Menteri Ekraf.
Basis penguatan posisi Indonesia dalam forum ini didukung oleh kinerja sektor ekonomi kreatif nasional yang impresif, yang pada tahun 2024 telah berkontribusi sebesar Rp 1.611,15 triliun atau setara 7,28% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.