JAKARTAHYPE.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada hari Kamis (9/4/2026) menerima kunjungan dari perwakilan perusahaan teknologi global terkemuka, Intel. Pertemuan ini langsung memicu spekulasi mengenai potensi investasi besar dari raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut di Indonesia.
Namun, Airlangga dengan tegas membantah kabar bahwa Intel akan segera merealisasikan investasi pabrik atau fasilitas produksi di Tanah Air dalam waktu dekat. Fokus utama pertemuan tersebut ternyata bergeser pada agenda strategis jangka panjang di sektor teknologi.
Menurut keterangan resmi Airlangga, Intel saat ini tengah aktif menjajaki potensi pengembangan ekosistem semikonduktor secara lebih luas di Indonesia. Langkah ini menunjukkan adanya ketertarikan pada pengembangan infrastruktur pendukung industri chip di masa depan.
Salah satu fokus utama yang ditekankan oleh Intel adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang mumpuni di bidang teknologi tinggi ini. Pemerintah Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dari sisi penyediaan talenta yang relevan.
Airlangga menjelaskan bahwa upaya ini sangat krusial mengingat tren sebelumnya yang sempat membuat banyak talenta Indonesia bermigrasi ke pusat industri semikonduktor lain. "Sehingga industri ini di sana lebih dalam daripada di Indonesia," kata Airlangga, dikutip Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan bahwa sejalan dengan penjajakan ini, Intel juga menunjukkan komitmen untuk turut serta dalam upaya peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan. Hal ini menjadi indikator kuat kolaborasi antara sektor swasta global dan institusi pendidikan nasional.
"Sekarang kan Intel juga mau ikut bagaimana dalam pendidikan bisa," ucapnya.
Program pelatihan dan pengembangan talenta ini dikabarkan sudah memasuki tahap perencanaan kurikulum yang matang, dengan melibatkan sejumlah institusi pendidikan tinggi ternama di Indonesia. Ini merupakan langkah konkret untuk mengisi kesenjangan keahlian yang ada.
"Pendidikan talenta, kita akan melibatkan berbagai perguruan TG termasuk UI, TB, Gajah Mada dan lain-lain. Ini sudah mempersiapkan, sudah mulai bicara mengenai kurikulum, kemudian double degree, dan yang lain," imbuhnya.