JAKARTAHYPE.COM - Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada hari Selasa, 5 Mei, menunjukkan dinamika yang kontras antara performa bursa saham dan nilai tukar mata uang domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan solid, memberikan sentimen positif bagi para investor domestik.
Pada penutupan perdagangan hari tersebut, IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 1,22%, mencapai level 7.057,11 poin. Penguatan ini mengindikasikan adanya optimisme terhadap fundamental pasar modal dalam negeri meskipun tekanan eksternal masih terasa.
Namun, di sisi lain mata uang Garuda menghadapi tantangan berat. Rupiah dilaporkan kembali melanjutkan tren pelemahannya dan mencetak rekor terburuknya terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Data kurs acuan Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pergerakan Rupiah melemah cukup dalam, mencapai posisi Rp 17.425 per dolar AS. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas nilai tukar di tengah apresiasi pasar saham.
Faktor penopang utama bagi optimisme di bursa saham berasal dari data makroekonomi domestik yang menggembirakan. Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif pada kuartal kedua tahun 2026.
Pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat mencapai angka 5,61%. Angka ini menunjukkan akselerasi dibandingkan dengan kinerja pada kuartal sebelumnya, yaitu 5,39% pada kuartal IV-2025.
Meskipun sentimen domestik positif, aktivitas asing di pasar saham justru menunjukkan kecenderungan keluar dari pasar modal Indonesia. Tercatat bahwa investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell dalam jumlah yang cukup signifikan.
Secara rinci, total penjualan bersih oleh investor asing pada hari yang sama mencapai angka Rp 518,39 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa aliran dana asing belum sepenuhnya mendukung penguatan IHSG, yang lebih banyak ditopang oleh investor domestik.
Dilansir dari KONTAN.CO.ID, situasi ini menunjukkan adanya kontradiksi menarik di pasar. "Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell Rp 518,39 miliar," menggarisbawahi arus keluar modal asing pada Selasa (5/5).