JAKARTAHYPE.COM - Persaingan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam kurun waktu terakhir, melampaui ekspektasi banyak pengamat. Berbagai model AI baru terus diperkenalkan oleh perusahaan teknologi besar maupun pengembang independen dengan kemampuan yang semakin canggih dan logis.

Untuk mengukur kemampuan penalaran umum AI, lembaga pemeringkat independen TrackingAI melakukan pengujian yang menyerupai tes IQ manusia. Data terbaru dari lembaga tersebut, yang dipublikasikan dalam laporan AI Week oleh Visual Capitalist per April 2026, kini menempatkan dua model AI di puncak peringkat global.

Dua model yang berbagi posisi teratas sebagai AI paling pintar di dunia adalah Grok-4.20 Expert Mode dari xAI milik Elon Musk dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision). Kedua model ini berhasil meraih skor IQ tertinggi sebesar 145 dalam pengujian standar yang mengacu pada tes IQ Mensa Norway.

Skor 145 ini menempatkan kedua AI tersebut setara dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata manusia, bahkan mendekati kategori jenius berdasarkan standar pengukuran manusia. Peringkat ketiga ditempati oleh Gemini 3.1 Pro Preview milik Google, yang mencatatkan skor 141, menunjukkan persaingan yang ketat di jajaran teratas.

Metode pengujian yang digunakan oleh TrackingAI mengadopsi standar tes IQ Mensa Norway, yang dikenal fokus pada penalaran non-verbal melalui 35 soal teka-teki pola visual. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan penalaran abstrak dan pemecahan masalah, yang dianggap sebagai inti dari kecerdasan umum.

Penentuan skor ini juga memperlihatkan pentingnya kemampuan multimodal dalam AI terbaru, karena GPT-5.4 Pro versi Vision mencapai 145, sementara versi non-Vision hanya meraih skor 73. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman visual sangat krusial dalam peningkatan kecerdasan logis generasi AI saat ini.

Data TrackingAI juga menyoroti lompatan performa yang signifikan dalam satu tahun terakhir, di mana skor tertinggi pada tahun 2025 hanya mencapai 135. Kenaikan 10 poin dalam waktu kurang dari setahun ini menunjukkan terobosan besar dalam arsitektur pembelajaran mesin dan peningkatan kapasitas pemrosesan data.

"Data yang dirilis TrackingAI juga menyoroti perkembangan yang sangat mengagumkan hanya dalam kurun waktu satu tahun," tulis Visual Capitalist dalam laporannya.

Skor 145 menempatkan AI papan atas pada persentil atas jika dibandingkan dengan rata-rata skor IQ manusia yang berkisar antara 85 hingga 115, di mana skor di atas 130 umumnya dikategorikan sebagai jenius. Meskipun demikian, TrackingAI mengingatkan bahwa skor IQ bukanlah ukuran mutlak kecerdasan AI secara keseluruhan.