JAKARTAHYPE.COM - Jakarta, CNBC Indonesia—Jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia baru-baru ini menghadapi ancaman keamanan siber yang signifikan. Serangan digital baru yang diberi nama sandi DarkSword memaksa raksasa teknologi Apple untuk segera merevisi kebijakan keamanan mereka yang sudah lama berlaku.

Selama ini, kebijakan standar Apple mengharuskan pengguna untuk melakukan pembaruan sistem operasi (iOS) demi mendapatkan proteksi keamanan terbaru. Namun, munculnya dua serangan siber serius mengubah perhitungan perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut.

Ancaman DarkSword dinilai sangat serius karena dapat mengambil alih kendali penuh atas perangkat iPhone hanya melalui kunjungan pengguna ke situs web berbahaya tertentu. Hal ini menimbulkan kerentanan masif di kalangan pengguna yang belum melakukan pembaruan.

Ironisnya, banyak pengguna yang masih memilih bertahan pada iOS 18 dan enggan bermigrasi ke iOS 26. Alasan utama penolakan ini beragam, mulai dari ketidaknyamanan terhadap tampilan antarmuka baru hingga persepsi bahwa performa perangkat menjadi lebih lambat setelah pembaruan.

Kondisi ini menempatkan pengguna dalam dilema sulit: tetap menggunakan versi lama yang rentan diretas atau beralih ke versi baru yang dianggap kurang optimal dari segi pengalaman pengguna.

Tekanan dari publik pengguna dan masukan dari para pakar keamanan siber akhirnya mendorong Apple untuk mengambil langkah yang mengejutkan. Untuk pertama kalinya dalam skala ancaman sebesar ini, Apple memutuskan merilis patch keamanan khusus tanpa mewajibkan pengguna untuk melakukan upgrade sistem operasi secara keseluruhan.

Langkah taktis ini dikenal sebagai teknik backporting, sebuah manuver yang sangat jarang dilakukan oleh Apple dalam menangani isu keamanan berskala besar sebelumnya.

"Kami akan memperluas ketersediaan pembaruan iOS 18 untuk lebih banyak perangkat sehingga pengguna dengan auto-update aktif dapat menerima perlindungan keamanan penting secara otomatis," kata juru bicara Apple, dikutip dari Wired, Rabu (1/4/2026).

Kekhawatiran publik meningkat drastis setelah kode serangan DarkSword bocor dan diunggah ke platform GitHub. Kebocoran ini berarti siapapun kini berpotensi memanfaatkan kerentanan tersebut untuk membobol perangkat iPhone.