JAKARTAHYPE.COM - Brand parfum niche ternama asal Paris, Floraiku, baru-baru ini memperkenalkan inovasi wewangian terbarunya yang diberi nama GONG kepada publik Indonesia. Parfum ini dirancang untuk menangkap esensi ketenangan yang ditemukan dalam ritual minum teh sore khas Jepang.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Floraiku untuk menyajikan pengalaman olfaktori yang tidak hanya harum, tetapi juga sarat makna filosofis dan artistik. Nama 'GONG' sendiri dipilih karena merepresentasikan resonansi suara lonceng besar di kuil Jepang, yang melambangkan kejernihan pikiran dan kedamaian batin.

Inspirasi utama di balik parfum GONG ternyata bersumber dari sebuah kisah kuno yang kaya akan nilai-nilai kebaikan. Kisah ini melibatkan seorang samurai dan perisainya, yang kemudian terhubung erat dengan salah satu kudapan manis ikonik Jepang.

John Molloy, Co-founder Floraiku, menjelaskan latar belakang naratif yang mendasari penciptaan GONG saat acara peluncuran di Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Beliau memaparkan bahwa inspirasi tersebut berasal dari sebuah legenda tentang seorang prajurit samurai.

"Kisah tentang Gong --perisai samurai-- adalah seorang prajurit samurai datang ke sebuah desa ketika dia terluka. Warga desa kemudian membantunya memulihkan kekuatan. Sebagai rasa terima kasih, dia memberikan hadiah berupa perisainya yang kemudian digunakan penduduk desa untuk membuat dorayaki pertama mereka," ujar John Molloy saat peluncuran parfum GONG di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Keunikan legenda ini diperkuat oleh makna linguistik, di mana kata 'dora' dalam bahasa Jepang memiliki arti yang selaras dengan 'gong'. Hal ini semakin memperkuat benang merah filosofis yang ingin disampaikan oleh wewangian tersebut.

"Ini adalah legenda lama tentang bagaimana sesuatu yang baik dilakukan, sesuatu yang baik diberikan, dan sesuatu yang lezat dibuat. Jadi, GONG adalah wewangian segar yang indah dengan Yuzu dan dorayaki," terang John Molloy, yang mendirikan Floraiku bersama istrinya, Clara, pada tahun 2017.

Sebagai bagian dari koleksi Ô Cha (teh), GONG menyuguhkan komposisi aroma yang bertahap, dimulai dengan kesegaran Yuzu dan mandarin Italia, diperkuat oleh sentuhan pink pepper. Aroma pembuka ini diibaratkan seperti uap teh hangat yang mengepul saat disajikan.

Perkembangan aroma kemudian beralih ke nuansa yang lebih hangat dan manis, di mana aroma kue dorayaki tradisional Jepang berpadu harmonis dengan kehangatan resin benzoin Siam. Nuansa manis dari dorayaki ini berfungsi sebagai 'kudapan pendamping' teh yang menenangkan.