JAKARTAHYPE.COM - Gelaran akbar Festival Adeging Mangkunegaran tahun 2026 telah membuktikan diri bukan sekadar perayaan warisan budaya semata. Acara ini memainkan peran signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian serta sektor pariwisata di Kota Solo secara keseluruhan.

Acara tersebut dirancang secara komprehensif, memadukan elemen budaya tradisional, kegiatan olahraga, hingga festival kuliner yang menarik minat banyak pihak. Kombinasi ini menjadi strategi efektif dalam menarik pengunjung domestik maupun mancanegara ke kota tersebut.

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari festival ini sangat substansial, menciptakan efek pengganda atau multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian lokal. Besaran perputaran uang yang tercatat mencapai angka fantastis yakni Rp87,9 miliar.

Angka Rp87,9 miliar tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terhitung sebesar 119,8 persen, menandakan pertumbuhan dampak ekonomi yang progresif dari tahun ke tahun.

Penghitungan mendalam mengenai dampak ekonomi ini dilakukan melalui penelitian terstruktur yang diselenggarakan oleh Katadata Insight Center (KIC). KIC menggunakan metodologi yang kredibel untuk mengukur kontribusi acara budaya ini terhadap PDRB setempat.

KIC menerapkan pendekatan model Keynesian dalam melakukan analisis dampak ekonomi dari Festival Adeging Mangkunegaran 2026. Pendekatan ini membantu memproyeksikan keseluruhan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut.

"KIC berhasil menghitung secara keseluruhan dampak ekonomi langsung Adeging Mangkunegaran 2026 yang nilainya mencapai Rp33,4 miliar," demikian hasil temuan dari penelitian tersebut. Nilai langsung ini menjadi fondasi bagi total efek pengganda yang tercipta.

Sumber dana dari dampak ekonomi langsung sebesar Rp33,4 miliar tersebut berasal dari berbagai pos pengeluaran. Ini meliputi belanja yang dilakukan oleh peserta acara, transaksi dari para pengunjung, serta biaya operasional penyelenggaraan festival itu sendiri.

Dilansir dari Katadata Insight Center, peningkatan kinerja ekonomi ini membuktikan bahwa investasi pada sektor budaya dapat memberikan imbal hasil yang nyata dan terukur bagi pembangunan daerah. Hal ini menjadi model yang patut ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia.