JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden yang melibatkan peserta tur asal Indonesia kabur dari rombongan saat berada di Korea Selatan baru-baru ini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Kejadian ini menarik perhatian publik dan memicu diskusi mengenai etika serta tanggung jawab wisatawan.
Beberapa bulan sebelum kasus di Korea Selatan ini mencuat, fenomena serupa juga pernah terjadi dalam pelaksanaan ibadah umrah. Hal ini menunjukkan bahwa praktik peserta yang memisahkan diri dari rombongan bukanlah kejadian yang benar-benar baru.
Ketua Umum Indonesia Tour Leader Association (ITLA), Robert Alexander S. Moningka, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Beliau menyatakan bahwa praktik peserta tur yang menghilang dari rombongan ternyata sudah ada sejak lama.
"Modus tersebut sudah terjadi sejak era 1990-an," ujar Robert Alexander S. Moningka, Ketua Umum ITLA.
Menurut Robert, kasus peserta yang kabur dari rombongan ini seharusnya menjadi sebuah pengingat penting. Berwisata ke luar negeri bukan sekadar tentang menikmati objek wisata dan hiburan semata.
Beliau menekankan bahwa setiap wisatawan Indonesia yang bepergian ke negara lain sejatinya membawa serta nama baik bangsa dan negara. Tindakan mereka di luar negeri dapat mencerminkan citra Indonesia di mata internasional.
Fenomena ini menjadi sorotan kembali, mengingatkan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab moral dan sosial bagi setiap individu yang mewakili Indonesia di kancah global.
Dikutip dari artikel yang beredar, esensi dari perjalanan wisata mencakup juga kewajiban untuk menjaga citra positif.