JAKARTAHYPE.COM - Pringles telah lama menjadi pilihan camilan favorit yang mudah dibawa dan dinikmati kapan saja. Bentuknya yang khas melengkung dan kemasan tabungnya yang ikonik membedakannya dari produk keripik kentang lainnya.
Namun, di balik popularitasnya yang meroket, Pringles menyimpan sejumlah fakta menarik mengenai komposisi bahan dan cara pembuatannya yang unik. Hal ini bahkan sempat memicu perdebatan mengenai klasifikasi produk ini.
Produk camilan ini sejatinya bukan terbuat dari irisan kentang utuh seperti keripik kentang pada umumnya. Bahan utamanya adalah pasta yang terbuat dari campuran kentang kering dan bahan lainnya.
Proses pembentukan Pringles dilakukan dengan cara mencetak adonan pasta tersebut menjadi bentuk parabola yang simetris. Bentuk ini dirancang agar pas di dalam tabung kemasannya, meminimalkan risiko patah.
Adonan kemudian digoreng dengan cara yang spesifik. Metode penggorengan ini berkontribusi pada tekstur renyah dan seragam yang menjadi ciri khas Pringles.
Perbedaan mendasar dalam bahan dan proses inilah yang menimbulkan pertanyaan. Camilan ini bahkan pernah diperdebatkan apakah layak disebut "keripik kentang" atau tidak.
"Pringles adalah produk yang dibuat dari kentang kering, minyak nabati, dan bahan pengikat," ujar seorang ahli pangan yang tidak disebutkan namanya, menjelaskan komposisi uniknya.
Pernyataan ini memperjelas bahwa Pringles memiliki formula yang berbeda. Hal ini menjawab mengapa ia memiliki tekstur dan rasa yang konsisten.
Perdebatan mengenai klasifikasi ini bahkan sampai ke ranah hukum di beberapa negara. Beberapa pihak berargumen bahwa karena tidak terbuat dari irisan kentang asli, Pringles tidak seharusnya dikategorikan sebagai keripik kentang.