JAKARTAHYPE.COM - Tren prosedur kecantikan di China kini mengalami pergeseran makna yang signifikan di kalangan generasi muda. Operasi plastik tidak lagi sekadar urusan estetika semata, melainkan telah dianggap sebagai instrumen penting untuk bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan sosial dan dunia kerja.
Industri estetika di Negeri Tirai Bambu ini diprediksi akan terus berkembang pesat hingga mencapai nilai pasar sebesar US$53 miliar pada tahun 2025 mendatang. Berdasarkan data dari KPMG, mayoritas konsumen atau sekitar 90 persen pengguna jasa ini merupakan individu yang berusia di bawah 35 tahun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi Z mendominasi lebih dari separuh total pelanggan di berbagai klinik kecantikan saat ini. Informasi mengenai lonjakan pasar industri estetika yang didorong oleh kaum muda di China ini dikutip dari VN Express.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Banyak pelajar dan pekerja muda memilih prosedur seperti operasi kelopak mata ganda hingga suntik pelangsing untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Langkah medis ini dipercaya dapat membuka peluang yang lebih luas dalam urusan pengembangan karier, hubungan asmara, hingga menjaga kesehatan mental.
Salah satu contoh nyata adalah Zhou Chuna, seorang perempuan berusia 21 tahun asal Shanghai yang telah menjalani ratusan prosedur kecantikan sejak remaja. Ia tercatat telah menghabiskan dana sekitar 4 juta yuan atau setara Rp12,7 miliar selama lima tahun terakhir demi mengubah penampilannya secara drastis.
"Banyak anak laki-laki memberi saya tugas yang lebih berat, sementara mereka lebih memilih membantu perempuan yang dianggap menarik," ujar Zhou Chuna saat menceritakan pengalaman diskriminasi yang ia terima di sekolah internasional.
"Saya ingin terlihat sangat berbeda sampai orang-orang yang dulu merundung saya tidak akan mengenali saya lagi," kata Zhou Chuna sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.
Antara usia 13 hingga 18 tahun, Zhou telah melewati sekitar 380 prosedur, termasuk operasi pembentukan tulang rahang yang sangat menyakitkan. Meskipun hasilnya sering menuai kritik karena dianggap kurang natural, ia merasa transformasi tersebut sebanding dengan biaya dan rasa sakit yang telah ia korbankan.
Persaingan di dunia kerja juga menjadi pendorong utama, seperti yang dialami oleh Jingjing, perempuan berusia 26 tahun asal Zhengzhou. Ia mengaku sempat ditolak saat melamar menjadi resepsionis di sebuah klinik kecantikan karena adanya noda hitam pada kulit wajahnya.