JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena unik tengah melanda kalangan anak muda di Tiongkok, yaitu tren menyantap 'human food'. Makanan ini dirancang untuk kepraktisan maksimal, namun penampilannya justru mengundang perhatian karena dinilai menyerupai pakan hewan peliharaan.

Tren ini mencuat di kalangan generasi muda Tiongkok yang banyak mengadopsi prinsip 'tang ping' atau 'berbaring datar'. Prinsip ini menggambarkan gaya hidup yang cenderung melakukan upaya minimal demi kelangsungan hidup.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai platform media sosial di Tiongkok. Anak-anak muda banyak yang memilih 'human food' sebagai solusi makan sehari-hari mereka.

Meskipun memiliki nama 'human' yang berarti manusia, tampilan fisik makanan ini sangat mirip dengan makanan yang biasa diberikan kepada anjing dan kucing.

"Generasi muda di China belakangan banyak yang menganut prinsip 'tang ping' atau 'berbaring datar'. Istilah ini menggambarkan orang-orang yang melakukan hal-hal minimal untuk bertahan hidup," demikian dikutip dari South China Morning Post.

Lebih lanjut, sumber berita tersebut menjelaskan bahwa "Di media sosial China, terlihat anak muda banyak yang bertahan hidup dengan makan 'human food'."

"Meski namanya 'human' atau 'manusia', tapi makanan ini menyerupai makanan anjing dan makanan kucing," demikian informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Fenomena ini kemungkinan timbul sebagai respons terhadap tekanan sosial dan ekonomi yang dihadapi generasi muda di Tiongkok, mendorong mereka mencari cara hidup yang lebih efisien dan tidak memakan banyak energi.

Kehadiran 'human food' ini menjadi indikator adaptasi generasi muda terhadap tantangan hidup modern, di mana efisiensi dan kesederhanaan menjadi prioritas.