JAKARTAHYPE.COM - Menjelang masuknya bulan Zulhijah 1447 Hijriah, persiapan umat Islam difokuskan pada pelaksanaan amalan-amalan utama. Salah satu amalan yang sangat dinantikan adalah pelaksanaan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah.
Kedua jenis puasa ini memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam. Hal ini dikarenakan puasa tersebut dilaksanakan pada hari-hari terbaik dalam setahun, tepat sebelum perayaan Iduladha.
Puasa sunah ini juga memiliki kaitan erat dengan puncak ibadah haji yang sedang dilaksanakan oleh jutaan umat di Tanah Suci Makkah. Kedua puasa ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sebelum hari raya kurban tiba.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Pertanyaan utama yang muncul adalah mengenai penetapan waktu pasti pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah untuk tahun 2026 Masehi. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sementara Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Zulhijah.
Tanggal 9 Zulhijah bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan inti dan puncak dari rangkaian ibadah haji tahunan. Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji, puasa Arafah sangat dianjurkan.
Keutamaan dari Puasa Arafah sangat besar, yakni diyakini dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Keutamaan ini mencakup penghapusan dosa tahun yang telah berlalu dan dosa di tahun yang akan datang.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang bersifat perkiraan, 1 Zulhijah 1447 H diperkirakan akan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Perkiraan ini menjadi dasar untuk menentukan jadwal puasa sunah tersebut.
Dengan asumsi tersebut, Puasa Tarwiyah yang jatuh pada 8 Zulhijah diperkirakan berlangsung pada hari Senin, 25 Mei 2026. Sementara itu, Puasa Arafah (9 Zulhijah) diprediksi akan dilaksanakan sehari setelahnya.
"Dengan demikian, puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) diperkirakan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, dan puasa Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026," demikian informasi mengenai perkiraan jadwal tersebut.