JAKARTAHYPE.COM - Benua Eropa tengah dilanda gelombang panas yang tidak biasa, memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap berbagai sektor, terutama pariwisata. Suhu yang terus merangkak naik memaksa penutupan sejumlah objek wisata penting.
Fenomena cuaca ekstrem ini telah dilaporkan melanda sejumlah negara di Eropa. Peningkatan suhu yang signifikan ini secara langsung memengaruhi rencana liburan para wisatawan yang berkunjung.
Prancis menjadi salah satu negara yang mengalami rekor suhu tertinggi pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Di Kota Pissos, yang terletak di wilayah barat daya Prancis, thermometer menunjukkan angka mencengangkan 44,3 derajat Celsius.
Sementara itu, Inggris juga mencatat rekor suhu terpanas untuk bulan Mei. Suhu di Inggris dilaporkan mencapai sekitar 35 derajat Celsius, menandai lonjakan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya di periode tersebut.
Dampak cuaca ekstrem ini tidak hanya dirasakan oleh para wisatawan. Aktivitas masyarakat umum pun turut terganggu secara signifikan.
Sebagai langkah antisipasi, ratusan sekolah di berbagai wilayah terpaksa mengambil keputusan untuk menutup operasionalnya. Ada pula sekolah yang memilih untuk memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan.
"Suhu yang terus meningkat membuat sejumlah atraksi ditutup, sementara wisatawan diminta lebih waspada saat berlibur pada musim panas tahun ini," demikian dilaporkan.
"Prancis mencatat suhu tertinggi tahun ini Rabu (8/7/2026). Di Kota Pissos, wilayah barat daya Prancis, suhu mencapai 44,3 derajat Celsius," demikian dilaporkan.
"Sementara itu, Inggris kembali memecahkan rekor suhu terpanas yang pernah tercatat pada bulan Mei yakni sekitar 35 derajat Celsius," demikian dilaporkan.