JAKARTAHYPE.COM - Generasi Z kini menunjukkan pergeseran signifikan dalam mencari sumber informasi kesehatan. Media sosial, khususnya TikTok, semakin menjadi pilihan utama mereka, bahkan mengalahkan kredibilitas para profesional medis.

Hal ini terungkap dalam survei tahunan global yang dilakukan pada 2025 oleh perusahaan komunikasi Edelman. Survei yang melibatkan lebih dari 16 ribu responden berusia 18-34 tahun ini mencatat tren yang mengkhawatirkan di kalangan anak muda.

Menurut rata-rata global survei, sebanyak 45 persen responden mengaku lebih mengutamakan saran kesehatan dari teman atau keluarga dibandingkan dokter. Ini menunjukkan adanya pergeseran kepercayaan dari otoritas medis formal ke lingkaran sosial terdekat.

Selain itu, temuan yang lebih mengejutkan adalah 38 persen responden lebih memercayai informasi kesehatan yang diperoleh dari media sosial daripada tenaga medis. Angka ini mengindikasikan pengaruh besar platform digital dalam membentuk persepsi kesehatan.

Survei Edelman ini mencakup responden dari 16 negara, meskipun data spesifik dari Indonesia tidak dimasukkan dalam perhitungan rata-rata global. Fenomena ini menjadi perhatian serius para profesional kesehatan di seluruh dunia.

Chief Technology Officer DRSONO Medical, dr Charles Carlsen, mengamati langsung perubahan ini. "Sebagai dokter, saya melihat semakin banyak anak muda yang membuka TikTok dan grup percakapan dibandingkan menghubungi dokter," ujarnya.

"Survei Edelman mengonfirmasi apa yang kami lihat di klinik, yakni hampir separuh Gen Z lebih mengutamakan saran kesehatan dari influencer dan teman sebaya dibanding dokter," tambahnya kepada Newsweek.

Lebih lanjut, survei tersebut menemukan bahwa sekitar sepertiga Gen Z (33 persen) pernah mengambil keputusan terkait kesehatannya berdasarkan saran kreator konten yang tidak memiliki latar belakang medis. Kelompok usia ini dua kali lebih mungkin dipengaruhi oleh orang tanpa kredensial medis.

Dokter umum di Cassiobury Court, Inggris, dr Olalekan Otulana, menyatakan bahwa banyak pasien muda datang dengan keyakinan yang sudah terbentuk setelah melihat konten kesehatan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. "Banyak pasien muda datang dengan pendapat yang sudah kuat berdasarkan apa yang mereka lihat secara online," kata dr Otulana.