Jakarta, JakartaHype.com - Miliarder teknologi Elon Musk kembali memicu perdebatan global lewat prediksi terbarunya mengenai masa depan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

Bos Tesla dan SpaceX ini menyebut bahwa AI berpotensi melampaui kecerdasan manusia hanya dalam waktu tiga tahun ke depan, atau paling lambat pada tahun 2029.

Pernyataan ini mencuat setelah Musk 

menanggapi sebuah diskusi di media sosial mengenai linimasa evolusi AI. Menurut laporan GizChina, Musk menilai prediksi bahwa manusia hanya memiliki waktu sekitar tiga tahun sebelum tersalip oleh kecerdasan mesin adalah hal yang "masuk akal."

Rekam Jejak Prediksi: Antara Visi dan Konsistensi

Ini bukan pertama kalinya orang terkaya di dunia versi Forbes Real-Time Billionaires (Maret 2026) tersebut melontarkan peringatan keras. Pada 2023, ia sempat memprediksi kehadiran superintelligence dalam rentang 2028-2029. 

Tak lama kemudian, pada April 2024, ia mempercepat estimasinya dengan menyebut bahwa Artificial General Intelligence (AGI)—AI yang mampu melakukan tugas kognitif apa pun layaknya manusia—bisa muncul pada 2026.

Meski Musk dikenal sebagai pionir melalui xAI dan Neuralink, ia juga merupakan salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan kekhawatiran terkait risiko eksistensial AI. Ia bahkan sempat mengusulkan moratorium atau penghentian sementara pengembangan AI untuk menyiapkan regulasi keselamatan yang lebih ketat.

Skeptis di Balik Ambisi