Jakarta, JakartaHype.com - Baru-baru ini, sebuah temuan mengejutkan menjadi perbincangan hangat. Generasi Z atau anak-anak yang lahir antara tahun 1997 hingga 2010 dikabarkan memiliki kemampuan kognitif yang sedikit lebih rendah dibandingkan kakak-kakak mereka di generasi Milenial.

Dr. Jared Cooney Horvath, seorang ahli saraf, menyebutkan bahwa tren ini terlihat dari nilai tes akademik standar yang cenderung menurun. "Mereka adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang nilainya lebih rendah dari generasi sebelumnya," ungkapnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata ada beberapa faktor utama yang perlu kita waspadai sebagai orang tua:

1. Terlalu Terbiasa dengan Layar Digital

Karena tumbuh di era internet, cara belajar anak-anak sekarang berubah drastis. Dr. Horvath menilai, belajar lewat layar gadget tidak seefektif belajar lewat interaksi langsung atau benda nyata. Data di puluhan negara menunjukkan, sekolah yang terlalu banyak menggunakan teknologi digital justru sering mengalami penurunan prestasi.

2. Kebiasaan Membaca yang "Cuma Sekilas"

Pernah memperhatikan si kecil lebih suka melihat video pendek atau membaca tulisan singkat di media sosial? Kebiasaan ini ternyata berbahaya bagi otak. Anak-anak jadi terbiasa membaca sekilas tanpa mendalami isinya. Akibatnya, daya ingat dan kemampuan fokus mereka jadi kurang terasah.

3. Kurangnya Batasan Waktu Main Gadget

Banyak anak yang menghabiskan waktu luangnya hanya dengan ponsel atau tablet. Jika tidak dibatasi, otak mereka jarang diajak untuk berpikir kritis atau memecahkan masalah secara mandiri seperti saat membaca buku fisik.