JAKARTAHYPE.COM - Pertandingan sepak bola internasional yang dinantikan akan segera tersaji saat Tim Nasional Afghanistan dijadwalkan menghadapi Tim Nasional Pakistan. Duel ini merupakan bagian dari rangkaian Turnamen Sepak Bola Internasional Diamond Jubilee 2026 yang bergengsi.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 7 Juni 2026, di lokasi yang telah ditentukan, yakni di Stadion Sepak Bola Nasional yang berlokasi di Malé, Maladewa. Pertandingan ini dikategorikan sebagai laga persahabatan internasional antar kedua negara.

Pertemuan antara Afghanistan dan Pakistan ini menarik perhatian karena pada pertemuan terakhir mereka sebelumnya, kedua tim harus puas berbagi poin setelah mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1. Ini menambah dimensi persaingan dalam duel mendatang.

Turnamen Diamond Jubilee 2026 ini diikuti oleh total empat negara peserta, yang mana format kompetisi awal menggunakan sistem setengah kompetisi. Setelah fase grup, dua tim dengan perolehan poin tertinggi akan melaju ke babak penentuan juara.

Selain dua tim yang akan bertanding, kompetisi ini juga diramaikan oleh partisipasi Tim Nasional Maladewa serta Tim Nasional Bangladesh U-23. Kehadiran tim-tim ini akan membuat persaingan di fase grup menjadi lebih ketat dan menarik untuk disaksikan.

Mengenai persiapan tim, Afghanistan dilaporkan memasuki pertandingan ini dengan modal rekam jejak yang lebih positif dalam beberapa tahun belakangan. Perkembangan signifikan ini dikaitkan dengan kemajuan pesat yang mereka raih di bawah arahan pelatih sebelumnya, Ashley Westwood.

Dilansir dari sportsdunia.com, perubahan kepemimpinan teknis terjadi pada Februari lalu dengan ditunjuknya Josè Antonio Nogueira sebagai pelatih baru. Di bawah asuhan Nogueira, Afghanistan telah mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dalam empat pertandingan perdananya.

Sementara itu, Tim Nasional Pakistan juga menunjukkan tren peningkatan performa yang patut diperhatikan. Peningkatan ini terjadi sejak mereka menunjuk Nolberto Solano sebagai kepala pelatih baru mereka.

Di bawah arahan Solano, Pakistan disebut telah bertransformasi menjadi tim yang lebih progresif dan mampu bersaing. Fokus utama tim adalah mengadopsi gaya permainan proaktif dengan penguasaan bola yang lebih dominan, alih-alih hanya mengandalkan strategi bertahan.