JAKARTAHYPE.COM - Singapura tengah menghadapi situasi mengkhawatirkan terkait angka bunuh diri, di mana data terbaru menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada kelompok usia produktif. Sepanjang tahun 2024, total tercatat 441 kasus bunuh diri yang menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak di negara tersebut.
Fenomena ini semakin mencolok ketika melihat data spesifik pada kelompok usia 30 hingga 39 tahun. Angka bunuh diri pada rentang usia ini mengalami lonjakan drastis, berbeda dengan tren penurunan yang terlihat pada kelompok umur lainnya.
Berdasarkan data final yang dirilis oleh Immigration and Checkpoints Authority (ICA) dan diteruskan oleh Samaritans of Singapore (SOS), tercatat 99 kasus bunuh diri pada individu berusia 30-39 tahun sepanjang tahun 2024. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 50 persen dibandingkan dengan 66 kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya, 2023.
Peningkatan tajam ini menempatkan bunuh diri sebagai penyebab kematian nomor dua pada kelompok usia 30-39 tahun di Singapura. Situasi ini memunculkan kekhawatiran mendalam mengenai kesehatan mental para profesional muda yang tengah berada di puncak karir mereka.
"Orang dewasa usia 30-39 tahun banyak menghadapi tekanan kompleks, mulai dari persoalan keluarga, pekerjaan, hingga isolasi sosial," demikian pengamatan dari layanan krisis 24 jam yang dikelola oleh Samaritans of Singapore (SOS). Pernyataan ini menggarisbawahi multi-dimensi tantangan yang dihadapi oleh kelompok usia ini.
Tekanan yang dihadapi oleh individu usia 30-39 tahun bersifat multifaset, mencakup aspek personal dan profesional. Beban tanggung jawab keluarga, tuntutan karir yang semakin tinggi, serta potensi rasa kesepian di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan menjadi faktor-faktor pemicu yang perlu diwaspadai.
Fenomena ini menyoroti pentingnya perhatian lebih pada isu kesehatan mental di kalangan usia produktif. Dukungan yang komprehensif, baik dari keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas, sangat dibutuhkan untuk membantu mereka menghadapi tantangan hidup.
Upaya pencegahan dan intervensi dini menjadi krusial dalam menangani tren bunuh diri yang mengkhawatirkan ini. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi non-profit, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi kesehatan mental.
Dikutip dari Samaritans of Singapore (SOS), layanan krisis 24 jam yang mereka kelola secara aktif mendeteksi adanya berbagai persoalan yang membebani individu usia 30-39 tahun. "Orang dewasa usia 30-39 tahun banyak menghadapi tekanan kompleks, mulai dari persoalan keluarga, pekerjaan, hingga isolasi sosial," ujar Samaritans of Singapore (SOS).