JAKARTAHYPE.COM - Pertarungan sengit antara Orlando Magic dan Detroit Pistons akan mencapai puncaknya dalam pertandingan penentuan Game 7 yang akan menentukan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Pertandingan ini akan sangat bergantung pada bagaimana Magic mampu meredam dampak Cade Cunningham dan seberapa efektif mereka memberikan dukungan ofensif kepada Paolo Banchero.
Cade Cunningham telah menunjukkan performa luar biasa di seri ini, total mencetak 195 poin dalam enam pertandingan yang telah dimainkan. Perlu dicatat bahwa 77 poin di antaranya tercipta dalam dua laga terakhir, menandakan peningkatan performa signifikan saat tekanan memuncak.
Bagi kubu Magic, situasi yang mereka hadapi saat ini mungkin terasa seperti mimpi buruk mengingat bagaimana jalannya pertandingan sebelumnya. Mereka sempat memimpin 22 poin di paruh pertama Game 6, didukung penuh oleh suporter tuan rumah, dan hampir mengamankan kemenangan seri pertama mereka sejak tahun 2010.
Namun, dua hari berselang, Magic kini berada di ambang eliminasi setelah mengalami periode terburuk dalam sejarah playoff NBA, yaitu mencetak hanya 19 poin di satu kuarter. Mereka dipermalukan di dua kuarter terakhir Game 6, termasuk rentetan 23 tembakan meleset berturut-turut dan jeda 14 menit tanpa angka.
Situasi ini kontras dengan apa yang dialami Pistons, yang sebaliknya nyaris menghadapi penerbangan pulang yang menyedihkan dari Florida. Detroit berpotensi menjadi tim kedelapan dalam sejarah yang menyia-nyiakan keunggulan seri 3-1, sebuah noda yang ingin mereka hindari.
Melalui peningkatan energi dan agresivitas pertahanan, Pistons berhasil membalikkan narasi tersebut dan kini siap bertanding di Game 7 pada pukul 3:30 ET yang akan disiarkan di ABC. Detroit tidak hanya berjuang untuk maju, tetapi juga untuk membuktikan kembali dominasi musim reguler mereka yang menghasilkan 60 kemenangan.
Salah satu sorotan utama adalah potensi Cade Cunningham mencetak minimal 30 poin dan 10 rebound dalam laga penentuan, menjadikannya pemain Pistons pertama sejak Isiah Thomas yang mencapai pencapaian tersebut. Cunningham menjadi masalah besar bagi Magic karena postur tubuhnya yang 6 kaki 6 inci sulit diatasi oleh pemain bertahan Magic yang lebih kecil atau lebih lambat.
"Saya berada di kondisi terbaik ketika saya tenang dan mengendalikan apa yang sedang terjadi," ungkap Cade Cunningham setelah comeback dramatis Game 6. "Saya hanya berusaha mengatur diri saya sebaik mungkin dan memastikan saya bisa menampilkan diri saya yang terbaik... Baiklah, kita dapat Game 7, kita akan bermain di kandang sendiri," tuturnya.
Di sisi Magic, Paolo Banchero memang memikul beban mencetak angka, namun ia terpaksa menjadi penembak volume tinggi dengan 118 percobaan tembakan lapangan dan 66 kesempatan lemparan bebas sejauh ini. Efisiensi Banchero masih dipertanyakan dengan akurasi tembakan 39.0% dan lemparan bebas 66.7%.