JAKARTAHYPE.COM - Sesi latihan bebas (Practice) kelas Moto3 baru-baru ini menyajikan atmosfer yang sangat dinamis dan penuh perhitungan strategi di antara para peserta. Fokus utama sesi ini adalah bagaimana para pebalap mampu mengamankan posisi 14 besar untuk meraih tiket otomatis melaju ke sesi Kualifikasi 2 (Q2).
Berbeda signifikan dari sesi latihan sebelumnya, Practice Moto3 kali ini dibuka dalam kondisi trek yang perlahan mulai menunjukkan pengeringan. Perubahan kondisi ini menjadi tantangan besar yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh tim dan pembalap.
Kondisi trek yang tidak menentu memaksa setiap pebalap untuk berpikir keras dalam menentukan jalur balap atau racing line terbaik. Kehati-hatian dan kecepatan dalam mengambil keputusan sangat vital untuk memastikan posisi mereka masuk dalam kuota 14 besar.
Pebalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, memulai sesi dengan membukukan catatan waktu impresif. Ia berhasil mencatatkan waktu putaran 1 menit 58,264 detik pada awal sesi latihan tersebut.
Namun, catatan waktu pembuka yang dicetak Veda tersebut tidak bertahan lama di papan skor resmi. Hal ini dikarenakan steward sesi terdeteksi melakukan anulasi atau pembatalan waktu yang dicetak oleh Veda Ega Pratama.
Alasan pembatalan waktu tersebut adalah karena steward menemukan bahwa Veda Ega Pratama terdeteksi telah melewati batas trek saat mencatatkan waktu tersebut. Kejadian ini menambah ketegangan bagi tim Indonesia dalam upaya mengamankan posisi.
Meskipun sempat mengalami kendala administratif pada waktu awal, Veda Ega Pratama menunjukkan determinasi tinggi. Ia berjuang keras di menit-menit akhir sesi untuk memperbaiki waktunya secara signifikan.
Drama klimaks terjadi menjelang akhir sesi, di mana Veda berhasil menampilkan performa eksplosif yang membawanya melesat naik di papan waktu. Keberhasilan ini memastikan namanya berada di posisi yang aman, sehingga ia berhak melaju langsung ke sesi Q2.
Dikutip dari Kompas.com, sesi Practice Moto3 kali ini memang berlangsung dengan penuh drama dan dinamika strategi yang menarik. Hal ini terlihat jelas dalam perebutan tiket langsung menuju sesi Kualifikasi 2 (Q2) yang sangat ketat.