JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden medis di udara baru-baru ini menarik perhatian publik luas setelah seorang dokter dengan penampilan menawan menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pertolongan pertama kepada penumpang. Kejadian ini terjadi dalam penerbangan komersial yang menghubungkan dua kota di Asia.

Pahlawan dalam narasi ini adalah Ryan Cheng, seorang profesional medis yang secara tak terduga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain karena tindakannya yang heroik, penampilan fisik Ryan yang dianggap menyerupai bintang film menjadi daya tarik utama bagi banyak warganet, terutama kaum hawa.

Peristiwa penting ini terjadi ketika pesawat yang membawa Ryan melakukan penerbangan dari Hong Kong menuju Fukuoka. Saat itu, seorang penumpang lansia dilaporkan mengalami kejang dan sempat kehilangan kesadaran di tengah perjalanan.

Ryan Cheng, yang saat itu berada di dalam pesawat, segera mengambil inisiatif untuk memberikan pertolongan medis darurat. Ia bekerja dengan sigap dan penuh fokus hingga kondisi penumpang yang sakit tersebut berangsur membaik dan sadar kembali.

Aksi cepat tanggap Ryan di tengah situasi darurat tersebut menuai banyak pujian dari sesama penumpang. Namun, selain keahlian medisnya, kesaksian mata menyebutkan bahwa Ryan memiliki postur tubuh tinggi dan penampilan rupawan layaknya seorang aktor terkenal.

Setelah klip singkat mengenai aksinya menyebar luas, publik segera melakukan penelusuran identitas sosok dokter tersebut. Hasilnya, terungkap bahwa pria itu bernama Ryan Cheung, seorang dokter ICU berusia 31 tahun yang berdomisili di Hong Kong.

Dilansir dari Xiaohongshu, profil Ryan di media sosial menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang dokter, tetapi juga seorang penyanyi independen dan penggemar kebugaran yang aktif. Ia bahkan baru-baru ini meraih prestasi dengan menempati podium ketiga dalam kompetisi Hyrox kategori Putra Terbuka di Hong Kong.

Dikutip dari TOPick, Ryan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2018 dan telah memiliki pengalaman luas di berbagai bidang medis. Pengalamannya mencakup unit gawat darurat, anestesiologi, kardiologi, hingga perawatan intensif, bahkan pernah menjalani shift kerja hingga 34 jam tanpa henti.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Ryan sempat mengungkapkan pergulatan pribadinya terkait arah karier. "Saya pikir ini gila, tetapi jika saya tidak melakukannya sekarang, saya tidak akan pernah mendapat kesempatan," ujarnya dalam wawancara tersebut mengenai keputusannya mengambil jeda.