JAKARTAHYPE.COM - Fenomena perilaku penumpang yang tidak pantas di pesawat menjadi sorotan serius bagi para awak kabin di seluruh dunia. Mereka kini secara terbuka meminta agar penumpang pesawat lebih menghargai batasan fisik selama berada di dalam kabin.

Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya tindakan penumpang yang dianggap usil, seperti mencubit, menepuk, hingga melakukan sentuhan yang tidak diinginkan terhadap para pramugari saat penerbangan berlangsung.

Sebagai bentuk penegasan dan upaya perlindungan diri, beberapa anggota kru kabin terpaksa mengambil langkah preventif. Mereka mulai mengenakan aksesori khusus saat bertugas di lorong pesawat.

Aksesori yang dimaksud berupa pin atau atribut dengan tulisan tegas "No Touching" atau "Dilarang Menyentuh". Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi mereka.

Kebutuhan akan rasa aman saat menjalankan tugas di ketinggian menjadi prioritas utama bagi para staf penerbangan ini. Mereka merasa perlu adanya batasan yang jelas untuk mencegah insiden yang tidak nyaman.

Michelle Montez, seorang pramugari veteran yang telah mengabdi selama dua dekade di industri penerbangan, mengungkapkan betapa seringnya insiden semacam ini terjadi. Ia menyebutkan ini adalah masalah yang sangat umum dihadapi.

"Sangat jarang ada penerbangan yang penumpang colek-colek itu tidak terjadi," kata Michelle Montez, seorang pramugari veteran yang telah bekerja di angkasa selama 20 tahun, dalam Jumpseat Chronicles Podcast.

Keterangan mengenai situasi yang mengkhawatirkan ini disampaikan oleh Montez dalam wawancara yang kemudian dikutip dari New York Post pada hari Senin, 8 Juni 2026. Situasi ini menunjukkan tantangan tak kasat mata yang dihadapi para kru.

Dilansir dari New York Post, desakan dari para pramugari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya etika dan batasan saat berinteraksi dengan staf maskapai di udara.