JAKARTAHYPE.COM - Antusiasme pasar otomotif Indonesia terhadap kehadiran Honda Prelude 2026 terbukti sangat tinggi sejak pembukaan pemesanan awal tahun ini. Mobil yang membawa nama besar Prelude ini langsung menjadi buruan utama di kalangan penggemar otomotif Tanah Air.
PT Honda Prospect Motor (HPM) mengonfirmasi bahwa jumlah pemesanan yang masuk telah melampaui seluruh ekspektasi awal mereka. Hal ini membuktikan bahwa warisan (heritage) model Prelude masih memiliki tempat yang sangat spesial di hati para konsumen Indonesia.
Secara resmi, harga jual Honda Prelude 2026 untuk pasar Indonesia telah diumumkan dengan angka final setelah sebelumnya hanya beredar kisaran di bawah Rp1 miliar. Mobil ini dibanderol seharga Rp974.900.000 berstatus On The Road (OTR).
Meskipun berada di kategori harga premium, mobil ini dinilai sepadan dengan nilai yang ditawarkan. Harga tersebut mencerminkan kombinasi teknologi modern dan warisan performa yang melekat pada nama Prelude, kata sumber berita.
"Harga ini memang masuk kategori premium, tapi masih dianggap worth it mengingat teknologi dan heritage yang dibawa," demikian disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Harga ini juga menegaskan posisi Prelude sebagai mobil sporty dengan sentuhan elektrifikasi mutakhir.
Fakta mengejutkan datang dari volume pemesanan, di mana total unit yang dipesan sejak Januari 2026 telah mencapai angka signifikan yaitu 280 unit. Padahal, alokasi unit awal yang disediakan oleh Honda hanyalah 100 unit, yang bahkan ludes dalam waktu tiga hari saja.
Menanggapi lonjakan permintaan yang luar biasa ini, Honda kemudian memutuskan untuk menambah kuota alokasi menjadi 150 unit untuk tahun 2026. Akan tetapi, penambahan ini pun tetap tidak mampu menampung seluruh minat pasar yang sudah terlanjur mendaftar.
Dilansir dari Genz.id, lonjakan permintaan ini mengindikasikan bahwa daya tarik Prelude bukan sekadar faktor nostalgia semata, melainkan karena produk ini dianggap sangat relevan dengan tren otomotif masa kini.
Menariknya, sebaran pemesan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya saja. Justru, minat terhadap model hybrid sporty ini menunjukkan distribusi geografis yang cukup luas di berbagai wilayah Indonesia.