JAKARTAHYPE.COM - CCH Holdings Ltd, sebuah nama yang akrab di telinga masyarakat melalui bisnis waralaba restorannya, Chicken Claypot, kini tengah menjadi sorotan utama atas pergeseran strategi bisnisnya yang signifikan. Perusahaan ini memutuskan untuk merambah sektor teknologi informasi dengan fokus pada pengembangan penyediaan pusat data.

Langkah ambisius ini diambil di Malaysia, sebuah pasar yang dinilai memiliki potensi besar untuk pertumbuhan infrastruktur digital. Keputusan ini menandai babak baru bagi CCH Holdings, menjauh dari bisnis kuliner yang telah membesarkan namanya.

Perusahaan dilaporkan telah berhasil mengamankan kontrak bernilai sangat besar dalam bisnis barunya ini. Nilai kontrak yang berhasil diraih mencapai RM 212 juta, sebuah angka yang setara dengan sekitar Rp 939,3 miliar dalam rupiah.

Pendapatan fantastis ini menjadi bukti nyata kesuksesan awal CCH Holdings dalam memasuki industri pusat data. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam merealisasikan proyek berskala besar.

Keberhasilan ini tentu didukung oleh perencanaan dan eksekusi yang matang dari tim manajemen CCH Holdings. Perusahaan tampaknya telah melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk beralih fokus ke sektor yang sangat berbeda dari bisnis utamanya.

"Langkah ekspansi ini bukan tanpa alasan kuat, terbukti dengan nilai kontrak yang sangat signifikan," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak CCH Holdings, menyoroti besarnya potensi bisnis pusat data.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa total nilai kontrak yang berhasil diamankan mencapai RM 212 juta, sebuah pencapaian luar biasa dalam waktu singkat. Angka ini dikonversi menjadi sekitar Rp 939,3 miliar, menegaskan skala proyek yang digarap.

"Perusahaan berhasil mengamankan pendapatan sebesar RM 212 juta, yang setara dengan nilai fantastis Rp 939,3 miliar," demikian bunyi konfirmasi dari CCH Holdings, menggarisbawahi pencapaian finansial mereka.

Pergeseran fokus bisnis CCH Holdings ini menunjukkan kemampuan adaptasi perusahaan terhadap tren global dan peluang pasar yang menjanjikan. Investasi pada infrastruktur data center diprediksi akan terus meningkat seiring dengan digitalisasi yang semakin pesat.