JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden tragis terjadi di Provinsi Henan, Tiongkok, pada 4 Oktober 2023, ketika sebuah tradisi prank pernikahan yang seharusnya meriah justru berubah menjadi bencana. Insiden ini mengakibatkan seorang perempuan berusia 20 tahun, yang diidentifikasi dengan marga Zhang, menderita cedera tulang belakang yang berujung pada disabilitas permanen.
Peristiwa nahas ini bermula saat Zhang berada di kamar pengantin bersama sekitar sepuluh pria, mayoritas adalah pendamping pengantin pria atau groomsmen. Dalam suasana yang seharusnya penuh kebahagiaan, sebuah candaan berbahaya justru dilancarkan.
Menurut keterangan pengadilan, Zhang awalnya bersembunyi di dalam lemari. Namun, salah seorang groomsman menariknya keluar dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Aksi tersebut berlanjut dengan rencana mengangkat Zhang menggunakan seprei dan melemparkannya ke udara.
Lemparan pertama berhasil ditangkap kembali oleh para pelaku. Namun, pada lemparan kedua, kegagalan menangkap menyebabkan tubuh Zhang jatuh menghantam lantai dengan keras.
Sebelum insiden ini terjadi, bibi dari pengantin pria sempat memberikan peringatan. Ia mengingatkan agar candaan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan, namun sayangnya, peringatan tersebut tidak diindahkan.
Akibat insiden tersebut, Zhang segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia didiagnosis mengalami patah tulang belakang di bagian pinggang dan harus menjalani perawatan intensif selama 18 hari.
Hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan pada Agustus 2024 mengkonfirmasi tingkat keparahan cedera Zhang. Ia dinyatakan mengalami disabilitas tingkat sembilan, sebuah kategori yang dikategorikan sebagai cedera serius.
Merasa menjadi korban dan mengalami kerugian yang signifikan, Zhang kemudian mengajukan gugatan. Ia menuntut ganti rugi kepada pasangan pengantin serta sembilan orang yang terlibat langsung dalam aksi prank berbahaya tersebut.
Awalnya, Zhang menuntut ganti rugi sebesar 270 ribu yuan, yang setara dengan sekitar Rp 713 juta. Tuntutan ini didasari oleh dampak fisik dan psikis yang dialaminya akibat insiden tersebut.