JAKARTAHYPE.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memajukan kapabilitas teknologi antariksa Indonesia melalui pengembangan satelit generasi terbaru yang lebih mutakhir. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat pemantauan dan mitigasi bencana nasional.
Salah satu fokus utama adalah satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1), yang dirancang dengan kapabilitas observasi bumi yang jauh lebih unggul dibandingkan pendahulunya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu perekayasa ahli dari Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN.
Satelit NEO-1 dibekali dengan perangkat keras berteknologi tinggi, termasuk kamera multispektral resolusi tinggi yang spesifik untuk keperluan observasi permukaan bumi. Selain itu, satelit ini juga dilengkapi sensor magnetometer untuk pengukuran medan magnet serta sistem komunikasi data yang andal.
Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, menyampaikan harapan agar peluncuran satelit canggih ini dapat segera terealisasi dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan dapat segera diluncurkan," ujarnya, Dikutip dari laman resmi BRIN, Rabu (6/5/2026).
Selain NEO-1, BRIN juga sedang giat menggarap proyek satelit Nusantara Equatorial IoT (NEI) yang memiliki mandat khusus dalam sistem peringatan dini kebencanaan. Satelit ini dirancang untuk menjadi pusat pengumpulan data dari berbagai sensor penting di lapangan.
Fungsi utama NEI mencakup pengumpulan informasi dari sistem peringatan tsunami, pemantauan kondisi cuaca, hingga deteksi dini aktivitas gempa bumi. Satelit ini juga diharapkan dapat mendukung komunikasi darurat saat terjadi bencana serta memfasilitasi pemantauan rutin aktivitas maritim dan penerbangan.
Nur Salma menjelaskan bahwa satelit NEI akan dikembangkan dalam format konstelasi, sebuah formasi yang memungkinkan pemantauan wilayah Indonesia secara berkelanjutan tanpa ada jeda waktu observasi. Konstelasi ini sangat krusial untuk respons cepat.
"Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial," ucap Nur Salma, menjelaskan target jumlah satelit yang akan ditempatkan untuk memaksimalkan cakupan pengawasan di garis khatulistiwa Indonesia.
Untuk memastikan operasional satelit berjalan lancar, sistem pendukung di darat juga ditingkatkan melalui stasiun bumi yang berperan sebagai pusat penghubung komunikasi antara operator di darat dan aset satelit yang berada di orbit.